Senin, 29 April 2013

Tentang kamu, Tere Liye, dan sepotong kenangan masa kecil


HAI!

Kamu tau bagaimana hari ini berjalan dengan sangat panjang? Aku melalui banyak perjalanan hari ini. Menikmati hidup dengan lebih hidup.

Kamu tau kan aku suka banget dengan Tere Liye? Aku tau kamu pasti tau. Aku tau betapa panasnya kupingmu ketika mendengar aku yang menggebu-gebu bercerita tentang tulisan tangan dan imajinasinya yang sangat luar biasa. Aku yang berceloteh ria tentang bagaimana Ray yang belajar tentang hidup karena ia diberi kesempatan untuk mengetahui jawaban dari lima pertanyaan yang mengganjal selama hidupnya. Juga tentang Thomas, si konsultan ekonomi, dengan cerita berdurasi tiga harinya yang mampu membuatku tenggelam dalam kisah serunya. Lalu dapat dipastikan kita selalu berdiskusi hebat setelahnya. Mulai dari pertanyaan "Apakah kita percaya takdir?" sampai ke diskusi "Apa itu 'pencucian uang'?" Ah, kamu sangat tau betapa aku sangat mengidolakannya. Sangat mengagumi kelihaiannya membawaku ikut terbawa suasana dalam ceritanya. Sangat ingin bertemu dengannya. Sangat ingin mendapatkan pelatihan kepenulisan yang baik langsung darinya. Dan, mungkin bukan jodoh (kali ya), aku ternyata tidak 'direstui' untuk merasakan semua hal yang sangat kuinginkan itu. Sedih sekali siang tadi. Kecewa dan sesal tergambar di raut wajahku untuk beberapa saat setelahnya.

Kamu lalu mengajakku untuk bernostalgia sejenak. Kamu membawaku ke beberapa toko penjual kaset Playstation (satu) dan kita membelinya beberapa. Game petualang, game battle, dan beberapa game seru lainnya kita bawa pulang disertai dengan memorycard-nya. Itu menyenangkan. Melihat memorycard berwarna abu-abu itu mengingatkanku pada mami, abang, dan adikku. Dulu benda itu pernah jadi hal yang selalu memicu pertengkaran kami di rumah. Memorycard dulu bagaikan dewa, apalagi kalau ada save-savean game Harvestmoon-nya. Ah, sungguh menyenangkan bisa memilikinya lagi.

Kamu juga mengajakku ke toko rental komik ketika tau aku mulai sedikit bosan dengan permainan yang kumainkan. Mungkin bukan permainannya, tapi lebih ke stik yang sudah berumur belasan tahun lamanya. Itu sungguh menggangu, kamu tau. Lantas aku meminjam beberapa novel dan komik detektif yang dulu biasa aku baca waktu aku masih jadi bocah sekolah dasar. Itu keren! Kapan terkahir kali aku melakukan ini? Aku bahkan hampir lupa. Seketika aku beruntung telah menjadi bagian dari anak yang lahir di awal tahun sembilan puluhan. Aku masih sempat merasakan hal-hal menyenangkan seperti itu. :)

Terimakasih telah menemani hariku, menyempatkan diri singgah di kampusku. Oya, aku senang kamu tau tentang kesukaanku. Aku memang aneh ya? Kesenangan dengan benda-benda dan permainan yang sudah ketinggalan jaman memang tidak bisa kuhilangkan dari kebiasaanku. Aku masih ingat pertama kali kamu menertawakanku ketika mendengar keinginanku untuk membeli mesin permainan Nintendo yang sudah usang itu. Aku menyebutnya 'spika'. Haha, ketika orang sedang asyik dengan Playstation 3 dan PSP, aku malah sibuk mencari game yang bahkan telah kadaluarsa. Aku hanya tidak ingin menjadi seperti orang kebanyakan, kamu tau.

Sampai ketemu beberapa hari lagi. Ah, selalu saja seperti ini. Datang sebentar, pergi sebentar. Maaf kalau harus membuatmu pulang pergi dengan jarak yang membelah pulau Jawa menjadi dua bagian. [segera lulus makanya :p segera diberesin itu tugas akhirnya. Aku dukung doa. :) ]

Sekali lagi, terimakasih telah menemani,
Winda.

nb: kapan-kapan kita beli stik baru ya. itu loh, stik warna jingga yang membuatmu kalah taruhan pizza.
Haha. Aku tunggu ya pizza nya. Makanya jangan sok jago kalo taruhan samaku.
(ukuran personal aja, aku lagi diet soalnya) :D

3 komentar:

HP Yitno mengatakan...

Suka novel detektif juga. Kalau ane cenderung suka filmnya. Detective conan salah satunya.

windapedia~ mengatakan...

Iya sama, dalam cerita ini komik detektif yg dimaksud itu komik conan :D

Inge Lakawa mengatakan...

nice :)

Invite you to enter my giveaway to win cute bag and pretty bracelet :)
visit my blog ^^
www.luchluchcraft.blogspot.com