Tadi kamu menanyakan apakah aku sudah tidak menuliskan kamu cerita lagi? Sesuatu yang sangat kamu tunggu-tunggu untuk kamu baca ketika matamu sedang haus akan tulisan memang hanya tulisanku. Aku ingat beberapa hari yang lalu kamu pernah bilang bahwa kamu senang sekali membaca tulisan ketika aku bercerita tentang kita, sama seperti kamu menanti-nantikan pertandingan tim sepakbola kesayanganmu.
Terkadang kamu berlebihan, tanpa kamu sadari.
Maaf jika aku belum punya waktu untuk memenuhi hasrat membacamu. Aku sedang sibuk, kamu tahu itu.
Bukan, bukan karena sibuk untuk persiapan ujian mid. Aku hanya sibuk bergumul dengan pikiranku sendiri, apakah aku harus meneruskan kebiasaan menulis tentang kita atau berhenti sampai di sini. Karena terkadang rasanya aneh ketika kamu telah selesai membaca satu cerita, kamu langsung mengirimiku pesan singkat dan berkata bahwa kamu baru saja menangis gara-gara cerita itu.
Kamu payah.
Aku kan tidak sedang menjahatimu. Lantas kenapa harus menangis?
Untuk tulisan yang belum sempat tertulis, cukup bantu aku berimajinasi tentang kita, biar aku bisa mengolahnya dengan guratan tanganku yang indah.
Selamat menanti-nantikan cerita kita,
Winda Asnita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar