Hai!
Akhirnya kita bertemu lagi. Padahal aku ingin sedikit lebih lama menikmati jauhnya jarak yang memisahkan kita. Terkadang rasanya aku rindu kesendirianku yang dulu. Hehe. Tapi,... anggap saja aku sedang bercanda. :) Aku sangat bersyukur kok dengan kehadiranmu. Sekarang. Kemarin. Dua setengah tahun yang lalu. Dan untuk ke depannya juga.
Tadi kamu menanyakan tentang perasaanku lebih besar kepada siapa: kamu pasanganku yang sekarang atau dia pasanganku yang dulu. Itu konyol. Perasaan itu sifatnya kualitatif. Dan sungguh itu adalah hal yang tidak pantas untuk dibandingkan. Kalian punya bagiannya tersendiri di masanya masing-masing.
Tadi kamu menanyakan tentang hal yang terjadi dengan mimpimu. Apakah aku punya yang lain? Apakah aku sedang mengagumi yang lain? Ini pertanyaan lucu. Tentu saja aku menjawab tidak ada karena pada kenyataannya memang seperti itu. Toh kalaupun ada pasti langsung aku bilang, seperti dua tahun yang lalu.
Tadi kamu menanyakan apakah aku merasa beruntung bisa berjalan bersamamu. Aku tahu kamu tidak peduli dengan jawaban apa yang mulutku katakan, karena kamu dengan sungguh memperhatikan biji bola mataku dan pada akhirnya kamu menemukan jawabannya di sana.
Tadi kamu menanyakan tentang kesanggupanku untuk menemanimu hingga ujung waktu. Aku pikir aku tidak perlu memberikan jawabannya. Kita lihat saja ke depannya bagaimana. Kamu tahu sendiri kan maksudnya apa? :)
Terkadang kamu memang terlalu idiot,
tapi aku tetap suka kok,
Winda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar