Minggu, 21 April 2013

Tentang Cina, Tuhan, dan Anisa dalam film Cin(T)a

(Kutipan film cin(T)a ini sebenarnya udah lama banget tersimpan di kotak draft. Lebih setahun. Kutipan ini ditulis persis seperti apa yang terucap di filmnya. Jadi gitu didengerin langsung ditulis. Capek? Banget. But now you can enjoy it. Keep reading, guys!)
---

( Dear God / YHWH / EL / Allah / Tuhan )
( in Your majesty, You create differences )
( in my arrogance, I question Your wisdom )
( in Your mystery, You create temptation )
( in my inferiority, You make me more than I am )
( so here I am )
( surrender me in the agony of Your love )
( surrender me in the irony of Your law )
( lead me to the joy of love redivined )
( teach me how to love You more )


Teman Cina: Liat, nih. Cantik nih! Artis..
Cina: Ah, paling masuk UMPTN kebetulan. Huh!
TC: Tuhan memang maha adil, ya. Coba aja kalo nggak ada cewek kayak Annisa, bisa bosan gua, mati basi liat cewek-cewek di sini.
C: Ah, taruhan aku. Paling IP-nya cuma 2,1. Sesuai Hukum Newton 1: kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran.
---

Cina: Kakak kira semua cina kaya?
---

Annisa: Eh, nama lo sebenarnya apaan sih?
Cina: Cina.
A: Nama asli lo?
C: Cina.
A: Kepanjangannya?
C: CINA. Nggak pake republik. Nggak pake rakyat.
A: Tega banget ya bokap lo. Udah tau muka lo cina, masih dikasih nama Cina.
---

C: Bagus kok namaku. Identitasnya jelas. Daripada nama kau, bisa-bisa disangka orang Arab.
A: Annisa itu nama surat di Alquran, artinya perempuan.
C: Tega kali bapak kau. Udah tau muka kau perempuan, masih dikasih nama perempuan.
A: Iya nih, gue nggak suka nama gue.
C: Kau maunya laki-laki?
A: Di surat Annisa ada tafsir yang nyaranin mukul istri.
C: Kawin kok kayak tinju?
A: Islam bukan agama barbar. Makanya gue lebih suka baca yang tafsir bahasa Inggris.
C: Ah, mental jajahan kali pun kau.
A: Bukan gitu.
C: Abis sukanya yang bule-bule.
A: Yang bikin keturunan Iran. Cewek. Nah, di situ Annisa-nya lebih lembut.
C: Nah, perlu juga ku baca itu. Setauku tak ada Annisa yang lembut.
---

C: Eh, ini rumah susun atau apartemen? Masa ada fitness, taman di mana-mana?
A: Emang yang boleh sehat cuma orang kaya ya?
C: Pantas aja kau dibantai. Proyek ini nggak visible. Siapa yang mau bayar?
A: Buat apa punya pemerintah kalau nggak bisa ngasi rumah buat warganya?
C: Kau disubsidi sekolah di sini buat bantuin pemerintah mikir. Kalau kau bisanya cuma nyalah-nyalahi pemerintah buat apa kau diluluskan? Republik ini sudah kebanyakan sarjana nyinyir.
---

C: Nis, kau ini pemalas kali pun. Kek gini kau bilang udah selesai?
A: Iya.
C: Ini kan baru pohon dan balok. Dindingnya mana? Jendelanya mana?
A: Pemilik bisa mendesain sendiri denah masing-masing. Gue cuman perlu bikin batasan dan strukturnya.
C: Jadi buat apa mereka bayar arsitek?
A: Arsitek itu suka berasa Tuhan, berasa yang paling tau rancangan terbaik buat manusia. Yang paling tau denah terbaik, ya, yang menjalani sendiri.
---

C: Emang arsitek itu suka berasa Tuhan. Makanya nggak kepikiran kalau ada rancangan yang lebih baik.
---

C: Nah! Ini nih, baru arsitektur kontemporer Indonesia! Basicly, beda! Nggak kayak kota-kota lain di dunia, mirip Amerika semua.
A: Di bayangan gue neraka kayak gini nih. Over populated dan smoky.
C: Makanya di-disain, biar nggak jadi neraka. Kalau disain Tuhan pasti nggak semrawut. Dia bisa gabungin bentuk dan fungsi, seni dan iptek, terus menggunai semua itu buat satu tujuan: The glory of His name!
A: 'All for the glory of His name!' Gila! Tuhan arsitek banget, tuh.
---

A: Tuhan itu lebih ke sutradara, tau. Sutradara banget. Kalau Allah ketemu Nabi Muhammad di jaman sekarang, pasti bikinnya film.
C: Ditulis ajalah, bikin film terlalu instan.
A: Generasi kita nggak mempan dikasih tulisan. Kita ini generasi 'gets philosophy in the movie'.
C: Filosofi kok di film. Kek ginilah jadinya. Kayak anak muda jaman sekarang, kolase filsafat barat tak ada pun pendalamannya.
A: Lah, daripada nggak tau sama sekali.
C: Kalau tau dikit malah bahaya, bisanya malah jadi atheis.
---

A: Jangan dibunuh! Entar juga dia pergi sendiri kalo udah nggak ada yang manis.
C: Yaaah, kalo ada kau, nggak pergi-pergi dong.
A: Nggak guna deh lo gombalin gue. Nggak mau gue sama lo.
C: We’re so fit for each other. Kau cantik, aku ganteng. Kau yatim, aku piatu. Kau bego, aku pintar. Kau…
A: ...Kristen gue Islam!
C: Exactly! Entar kita bisa jadi display Taman Mini, jadi simbol kerukunan umat beragama. Kau kan belum pernah sama beda agama, atau kau pindah Kristen aja Nis?
A: Yakin lo masih mau sama gue? Tuhan gue aja berani gue khianatin, apalagi lo entar?
C: Nggak semua orang kayak bapak tiri kau. Mak-ku juga pindah agama karena bapakku. Tapi malah lebih taat dia daripada bapakku.
A: Kok lo tau bokap tiri gue pindah agama?
C: Tinggal beli aja, lima ribuan. Di tiap simpang ada.
A: Fiksi semua tuh.
C: Kalau ama yang beda suku?
A: Ngapain tanya gue. Beli aja, lima ribuan, di tiap simpang ada.
C: Kalau di situ katanya kau pernah ama yang batak, jawa, sunda, padang, makassar, bule, pokoknya dari Sabang sampai Meeeerauke.
---

A: Haloo?
C: Maaf, Annisa lagi cukur jenggot!
A: Kok lo jutek banget sih? Kasian kan..
C: Yang kasian itu kau. Pantas TA kau tak selesai-selesai, masa tiap menit ada cowok telpon.
A: Cemburu ya?
C: John Milton, "Beauty stands in the admiration of the weak mind. Led captive." Please, it's not weak mind!
A: And this is not beauty.
C: Hukum Newton 2: Cewek cantik pasti nggak ngerasa cantik.
A: Banyak kok cewek cantik ngerasa cantik.
C: Berarti mereka kurang cantik.
A: I miss being me. Waktu smp gue bisa be myself.
C: Sekarang?
A: Gue be heave.
C: Bukannya biii-tchy, ganti-ganti cowok terus.
A: Cemburu ya?
C: Kau kira semua cowok suka sama kau?
A: Keliatan kali dari matanya.
C: .....
A: Susah, mata lo nggak keliatan.
---

C: Hei, CV aku itu! Mau kukirim lagi.
A: Gila! Lo pernah gagal ngga sih?
C: Ngga lah. Siapa dulu Tuhan aku!
A: Latihan Kepemimpinan Kristen? Ngapain aja lo?
C: Samalah, disuruh merakit bom.
---

C: Tumben, mak kau kok di-reject?
A: Palingan dia mau nanya kapan gue bisa nikah. Pernikahan dia aja ngga beres.
C: Kau udah punya tunangan?
A: Dijodohin.
C: Kawin itu seharusnya ibadah.
A: Nyenangin orang tua ibadah juga kan? Toh semua cowo sama aja.
C: Tunanganmu jawa?
A: Chinese, tapi Islam.
C: Ternyata kau mau juga sama cina.
A: Menurut gua cina itu menarik banget. Kalo lo sukanya yang kayak apa?
C: Kalau istriku, harus lebih cinta Tuhan aku daripada aku.
A: Lo pernah pacaran.
C: Sering.
A: Kalau jatuh cinta?
C: Banyak.
A: Coba buka mata lo lebar-lebar.
C: ....
A: Lo cantik banget!
C: Makasih.
---

A: Cin, doain yah, sutradara nih.
C: Hah? TA kau gimana??
A: Entar aja, yang penting konsepnya udah keren.
C: Arsitek itu bukan cuma sekedar konsep. Arsitek itu bukan seni lukis, harus bisa dibangun! 
A: Emang rencananya bakal dibangun? BYE CANTIK!
C: Kerjakan saja TA kau sendiri!!
---



C: Saudari Annisa, peraturan sidang ini Saudari diminta untuk menjawab tiga pertanyaan terlebih dahulu. Saudari siap?
A: Saya siap, Pak?
C: Mengapa saudari memilih konsep mozaik untuk tugas akhir Saudari?
A: Mozaik itu beda-beda bentuk, warna, tekstur. Tapi jika dilihat dari jarak yang tepat maka akan menjadi suatu kesatuan yang indah. Sama seperti kampung kota, beda-beda suku; agama; status sosial, tapi jika dilihan dari jarak yang tepat akan menjadi satu kesatuan.
C: Apakah Saudari naksir sama maketor Saudari?
A: Betul sekali, Pak. Makin hari masalah ini semakin mengakar. Jika dibiarkan terus akan banyak pihak yang dirugikan.
C: Apakah menurut Saudari, maketor Saudari ganteng?
A: Sebenarnya saya kurang setuju dengan pernyataan Bapak. Tetapi saya melihat banyak sekali potensi yang belum dimaksimalkan. Jika revitalisasinya ditangani dengan sensitif, maka hal ini tentu saja mungkin direalisasikan.
C: Apakah Saudari diam-diam mengagumi maketor Saudari?
A: Betul sekali Pak, maketor saya itu orang paling oke sedunia. Tiada tandingannya, deh!
---

A: Kata Pak Arifin, mending gue jadi artis aja daripada jadi arsitek.
C: Karena kau cantik, atau karena kau jago nangis?
A: I wish karena gue jago nangis.
C: Dunia ini udah kebanyakan orang pintar, perlu yang cantik-cantik untuk menghibur.
A: Menghibur? Setiap kali gue dateng, suasana yang tadinya seru pasti jadi garing.
C: Iyalah, semua orang jaim di depan kau. Sesuai hukum Newton 3: Cewe cantik pasti kesepian.
A: Cuma Tuhan yang tau rasanya jadi gue.
C: Naaah, gitu! Emang kau harus berserah sama Tuhan kalau ada masalah.
A: Maksud gue, cuma Tuhan yang tau rasanya jadi selebritis. Tuhan emang suka dipuja dan disembah. But at all time?
C: Selebritis semua itu aneh kali pun. Susah-susah kerja biar dikenal orang, eh, udah terkenal malah ngga pengen dikenal orang.
A: Lo kira kenapa Tuhan nyiptain atheis? Cape tau disembah dan dipuja semua orang setiap saat. Ngga bisa ya, orang ngeliat gua apa adanya.
C: Cuma aku ama Tuhan yang bisa cinta ama kau bukan karena kau cantik.
A: Jadi?
C: Karena kau kaya.
A: Tuhan suka yang kaya apa?
C: Yang IP-nya di atas tiga.
A: Berarti TA gue harus A, baru Tuhan suka.
C: Makanya kita selesaikan TA kau. Biar kita patahkan itu hukum Newton 1, kecantikan tidak berbanding terbalik dengan kepintaran.
A: Cin, Hukum Newton 1 itu suatu benda tidak akan berubah sampai ada benda lain yang memaksanya berubah. 
---

A: Kalau adegan ini di-film-in, persis adegan Rose di Titanic deh.
C: Wah! Next chapter, adegan mobil!
A: Heh! Anak kecil! (sambil menampar pipi Cina)
C: Kata Tuhan aku, kalau ditampar pipi kiri, kasih pipi kanan.
A: Keburu bonyok duluan dong?
C: Demi: WORLD PEACE!
A: Kalau ada yang nampar pipi kiri lo, lo tampar balik pipi dia. Lo pastiin dia ngga bisa seenaknya nampar pipi orang lain lagi, baru dunia damai.
C: Semangat balas dendam dicampur semangat nyalahin orang lain, that will not help to promote the world peace.
A: Kenapa Allah nyiptain kita beda-beda, kalo Allah cuma pengen disembah dengan satu cara?
C: Makanya Allah nyiptain cinta, biar yang beda beda bisa nyatu. Tapi tetep yang bener cuma satu.

A: Duuh, cape deh gue ngomongin ginian. Lo ngga bisa ya kaya cowo normal lainnya? Ajakin gue ke paris kek, beliin gue berlian kek, bikinin gue puisi kek.
C: Yuk, kita ke Ambon yuk. Biar kau liat, agama tuh udah jadi propaganda paling murah dan efektif sepanjang sejarah bunuh bunuhan manusia....
A: .....duuh, dunia ini udah kebanyakan agama. Kebanyakan Tuhan.....
C: .....kita dikasih privilege lebih buat belajar. Kewajiban kita untuk mempelopori perdamaian. Orang bodoh yang tak tau apa-apa lebih mudah untuk diprovokasi.
A: Lo kira di Yerusalem tuh orangnya bego semua? Tapi ribuan tahun ngga berhenti juga tuh konflik agama.
C: Jadi kita diam aja?
A: Siapa sih loh, coba nyelesein konflik agama di dunia? Tuhan aja ngga bisa....
C: ....the thinking is just too much....
A: Cin, lo ngomong panjang lebar disini pun Yerusalem tetep perang, Ambon tetep bunuh-bunuhan. Kalo lo ngga bisa nyelesein konflik agama yang jauh di sana, the less you can do, jangan coba bikin konflik baru disini deh!

C: .....
A: .....
C: .....
A: Oke, ganti topik dong. Next.
C: Next chapter, adegan mobil.
---

C: Mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan aku. 
A: Enak aja! Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama, yang kami sembah dengan berbagai cara… 
C: ...terimakasih atas berkat yang Kau berikan, jauhkanlah kami dari percobaan. 
A&C: Amin! 
---

C: Nis, tambah apa lagi ya? 
A: Karena gue Islam, jadi hiasannya ketupat aja ya. 
C: Nah, masuk neraka kau! 
A: Kenapa emangnya? 
C: Tadi pagi aku baca selebaran di kampus, katanya ngucapin selamat natal aja itu haram. Apalagi ikut ngerayain natal. 
A: Islam kan banyak. Ada ulama yang bilang boleh juga kok. Di Islam itu kelahiran Yesus juga ada tau. 
C: Kalo gitu kenapa kalian ngga ngerayain? 
A: Karena lo dianggap salah. Masa Rasul dijadiin Tuhan? Makanya ada yang melarang nyelamatin natal, karena dianggap ikut membenarkan ajarannya. 
C: Kalo kau termasuk yang mana? 
A: Ya ngga boleh lah nyelamatin natal. Masuk neraka tuh semua orang Kristen. 
C: Welcome to hell, then! 
A: Ngga mau ah, panas. 
C: Well, this is not Christmas anyway. Ini semua bukan natal. No worry lah. Kalo Tuhan kau tanya, I’ll tell Him: That we’re just participating in a big commercialism of Christianity to support the advance goals of capitalism. 
A: Anything God want me to help for that? 
C: Mak, kapitalismu pun ngga boleh sama Tuhan kau! Bisa penuh nanti neraka kau. 
A: Kalo kasih Tuhan lo, gue boleh masuk surga ngga? 
C: Kalo aku Tuhan, kau pasti kumasukkan surga. 
---

C: Minum dulu, biar tenang.
A: Aku ngga tahan. Ngga enak banget jadi muslim kalo lagi ada kejadian kayak gini.
C: .....
A: Maaf banget. Cin.
C: Bukan salah kau, kok. Ada benarnya juga. Udah tau Indonesia mayoritas muslim, malah bikin gereja.
A: Jaman dulu muslim minoritas juga. Hindu semua ini negara. Bisa jadi sepuluh tahun lagi yang mayoritas Kristen.
C: Mungkin ini petunjuk dari Tuhan, harusnya orang Kristen itu pergi dari Indonesia. 
A: .....
C: Aku mau ke Singapur, mereka nawarin beasiswa.
A: Bukannya kamu juga dapat beasiswa di sini?
C: Kayaknya aku kurang 'pintar' untuk dapat beasiswa di sini.
A: Siapa yang jadi gubernur tapanuli?
C: Kayaknya aku kurang 'muslim' untuk jadi pemimpin di negara ini.
A: Tabah, Cin. Ingat, hollywood ending. Tuhan pasti lagi nonton kita. Nungguin.. Kalau tujuh puluh menit filmnya langsung happy ending, kan nggak seru!
C: Tuhan, sutradara basi! Lebih baik ngga usah ada Tuhan. Ngga usah ada agama. Ngga ada perang. Kamu suruh aku masuk Islam pun aku mau.
---

C: Hai, Tuhan!
A: Allah, aku yakin Kau udah nyiapin jodoh terbaik buat Cina. Tapi kita masih saling sayang. Ngga dosa, kan?
C: If you love someone, you gotta let them go.
A: Basi, sih. Tapi bukan berarti ngga bener.
C: My life is not about me.
---


Tidak ada komentar: