Selasa, 10 Desember 2013

Mari mencari ide dan menuliskannya ohyeah

Yeah, akhirnya bisa menulis di sini lagi. 

Btw, ini tulisan pertama saya di bulan Desember, loh! Iya, sepertinya saya memang gagal jadi blogger sejati. Posting tulisan sebulan sekali. Biasalah, namanya juga mahasiswa tingkat akhir. Kesibukan tiada tara selalu menemani hari-hari. (padahal kerjaan cuman PSan mulu haha)

Saya tidak tahu kenapa belakangan ini saya mendadak malas membuat catatan harian. Baik itu di buku diary maupun di situs diary online saya alias windapedia.blogspot.com. Rasanya hari-hari yang dijalani terasa begitu membosankan. So flat! Rutinitas juga begitu-begitu saja. Lantas apa yang harus ditulis dan diceritakan?

Hingga pada akhirnya saya berusaha mencari alasan-alasan yang membuat saya malas menulis. 
  1. Tidak ada ide
  2. Tidak ada waktu
  3. Tidak ada sesuatu yang berkesan untuk diceritakan
  4. Siapa juga yang mau baca haha
Dari  beberapa alasan yang ada, ternyata alasan nomor tiga adalah yang paling berpengaruh pada kemalasan saya. Ya, tidak ada sesuatu yang berkesan untuk dituliskan. Penyebabnya bermacam-macam, seperti: saya terlalu apatis terhadap hidup. Mungkin 'apatis' dalam arti yang berbeda. Misalnya saya mulai jarang menghabiskan waktu untuk sekedar berjalan-jalan, sekedar berdiskusi dan bertukar pikiran dengan orang lain, dan melihat 'ke dunia luar'. Semua itu penting untuk 'sekedar' menambah wawasan dan mendapat ide untuk menulis. 

Bayangkan saja apa yang dapat saya tulis ketika saya seharian hanya di rumah saja, menghabiskan waktu dengan bermain PS, tidur siang, menonton serial drama, atau mungkin menyaksikan berita terkait keseharian artis favorit? Ya, mungkin ada beberapa hal atau pelajaran yang dapat kamu ambil lalu kamu tuliskan. Misalnya:
  1. Ternyata Zidane Tribal, main playable characters di game Final Fantasy IX, salah satu rolling-play-game terbaik PlayStation1, ternyata punya karakter yang sangat baik dan setia kawan. Zidane selalu memegang prinsip 'you don't need a reason to help people'. Bahkan waktu Zidane bertarung Flamming Amarant di Madain Sari, Zidane hanya mengalahkan lawan, bukan menghabisi lawan. Sampai-sampai Amarant heran dan bertanya: 'Kenapa Kau masih membiarkan aku hidup?' Tapi Zidane hanya menjawab: 'Kenapa aku harus menghabisimu kalau aku bisa mendapatkan apa yang aku mau hanya dengan mengalahkanmu?' Waaahh, Zidane is so cool
  2. Entah kenapa dunia tidak pernah berpihak pada pasangan yang saling mencinta tapi terhalang tembok kasat mata yang disebut perbedaan keyakinan. Kasihan setiap kali melihat Asmirandah dan Vano membeber wajah iba di media. Mereka ingin menikah tapi pihak KUA tidak bisa menerbitkan buku nikah jika kolom agamanya berisi tulisan yang berbeda. Masa cinta harus kandas begitu saja? Padahal mereka menyembah Tuhan yang sama, hanya saja caranya yang berbeda.
Ya, inti tulisannya begitu. Keseharian yang biasa-biasa saja seperti itu tidak-akan-selalu berkesan untuk ditulis. Maksudnya, mungkin awalnya berkesan. Tapi lama-kelamaan pasti membosankan. 

Lalu bagaimana caranya supaya kita memiliki cerita yang berkesan untuk dituliskan?
Menurut saya, satu-satunya cara: MENIKMATI HARI DAN MENIATKAN MENULIS. (berarti bukan satu-satunya, tapi dua-duanya haha)

Kalau kita tidak menikmati hari (mis: badmood, malas, tidak semangat) tidak akan ada hal yang berkesan yang kita dapatkan. Nah, kalaupun ada/banyak hal yang kita dapat, tapi kita malas menuliskannya, sama saja bohong. Ide akan selamanya tetap jadi ide. 

Pada akhirnya saya sangat senang karena secara spontan dapat membuat/menemukan solusi untuk secara gamblang menemukan ide kemudian menuliskannya. Semoga tidak begitu susah untuk menerapkannya di sini.


Ohyeah,
nama saya Winda Asnita Siahaan

Tidak ada komentar: