Halo!
Natal semakin dekat. Suram rasanya merayakan hari yang penuh sukacita tapi jauh dari orang yang kita cinta. Keluarga... sahabat... kekasih... kenapa kita harus jauh?
Tapi malam ini, entah kenapa otak lebih fokus untuk merindukan seseorang daripada belajar untuk persiapan ujian akhir besok. Terkadang saya sangat benci dengan jarak. Lebih tepatnya hubungan jarak jauh. Tidak masalah jika kita masih terjangkau dalam satu pulau, seperti yang kita jalani selama ini, meskipun jarak kita membelah pulau sekalipun. Kamu di utara, aku di selatan. Tapi sekarang? Semakin menjauh dan hampir mustahil untuk direngkuh.
Tapi malam ini, entah kenapa otak lebih fokus untuk merindukan seseorang daripada belajar untuk persiapan ujian akhir besok. Terkadang saya sangat benci dengan jarak. Lebih tepatnya hubungan jarak jauh. Tidak masalah jika kita masih terjangkau dalam satu pulau, seperti yang kita jalani selama ini, meskipun jarak kita membelah pulau sekalipun. Kamu di utara, aku di selatan. Tapi sekarang? Semakin menjauh dan hampir mustahil untuk direngkuh.
Aku di sini dan engkau di sana
membentang luas samudra biru memisahkan kita
ingin kuberenang ke kotamu
tapi pasti tenggelam dan kau sedih
Aku di sini kau ada di sana
membentang luas samudra biru memisahkan kita
ingin kuterbang bersama angin
Tapi nanti tersesat dan kau sedih
Untuk lelaki yang ada di gambar: Ingin sekali bisa merayakan sukacita natal bersamamu. Kapan kita ke Pantai Parangtritis lagi? :')
Ah, ajari aku untuk mengenyahkan rasa rindu. Otakku terasa kaku dan beku karenanya. Bukankah aku juga harus menggunakannya untuk ujianku besok?
Kekasihmu,
Winda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar