Sabtu, 28 Desember 2013

Feminine? Huh?

Feminin itu kata yang lucu.
Kata 'feminin' telah membuat otak saya berantakan pada saat ini. 

Sederhana saja: menurut kamu, apakah saya feminin? Tidak, bukan?
Lalu, apakah saya ini tomboi? Tentu saja tidak.

Ya, saya netral. Saya berada di antara feminin dan tomboi. Saya lebih suka memakai kaos oblong sekenanya daripada memakai blus wanita. Saya memiliki beberapa koleksi sepatu 'perempuan' walaupun saya hanya memakainya sekali setahun atau pada momen tertentu. Kadang ketika akan bepergian, saya mengoleskan taburan bedak baby di wajah saya. Dan terkadang juga, demi alasan kesehatan dan kecantikan, saya menggunakan pelembab yang mengandung SPF dan compact powder. Sesekali saya memakai eye shadow untuk mempertajam mata saya ketka habis nangis atau sedang sipit-sipitnya. 

Kalau saya sedang ingin, biasanya tiap hari Minggu saya memakai rok/dress ketika beribadah ke gereja. Lebih sering memakai celana memang, karena rasanya risih ketika duduk di motor menghadap ke samping ketika dibonceng, ataupun ketika sendirian. 

Berbicara tentang hobi, ketika kamu bermain ke kamar kecilku, kamu tidak akan merasakan aura feminin atau tomboi yang menonjol. Saya membuatnya senetral mungkin. Bed cover yang bergambar netral, motif karpet yang netral. Tidak ada gambar/stiker hello kitty atau sesuatu yang pinky yang mendominasi. Saya memiliki beberapa boneka yang saya jadikan sebagai pajangan di rak buku saya, walaupun kebanyakan dari mereka berupa hadiah. Dan di sisi lain saya juga memiliki playstation dengan berpuluh-puluh kaset game yang memang kebanyakan permainan yang disukai lelaki. 

Saya memiliki rambut panjang (walaupun sekarang mulai menipis). Tapi jauh di dalam lubuk hati saya (uhuuukk) saya ingin memiliki rambut pendek. Dan saya sama sekali tidak memiliki keberanian untuk bereksperimen atas rambut saya. Karena saya pasti akan menyesal dan butuh waktu dua bulan untuk menerima kondisi rambut baru saya. 

Di lain sisi, saya juga senang memakai temporary tattoo buat seru-seruan. Bahkan terkadang, saya sering dibilang: kamu itu cewek yang aneh. Maksudnya, berbeda. Saya sedikit berbeda dibanding teman-teman saya yang wanita lainnya. 

Saya merasa selama ini saya netral, dan tidak condong ke arah 'sifat kelelakian'. Tapi, bagaimana saya tidak kacau karena pada akhirnya saya mendapat diri saya suam-suam kuku? Setengah-setengah? Haha. Mungkin tidak semua orang mengerti bahwa ini lucu, bahwa saya perempuan yang berusia 21 tahun bahkan belum menemukan jati dirinya sendiri.

Baiklah, saya memang mencintai diri saya apa adanya. Tapi, memang tidak ada salahnya sesekali untuk tampil feminin, sekaligus untuk menyenangkan hati pasangan. Mereka bisa saja berkata: 'Saya menerima kamu apa adanya'. Tapi bukankah lebih menyenangkan ketika mendengar mereka berkata: 'Kamu makin cantik' daripada hanya sebatas 'Kamu cantik' saja?

Saya jadi ingat ketika sedang hunting sesuatu di pusat perjualan baju dengan pasangan, dia pasti terkadang nyeletuk: 'Kamu ngga pengen beli baju kayak gini?' sambil menunjuk pada baju dress yang biasa dipakai perempuan ketika ke diskotik, atau baju formal yang cewe banget lainnya. Terkadang juga kalau melewati booth kosmetik, pasti doi bakal teriak: 'Kamu ngga pengen beli make-up gitu say? Aku bayarin deh!' sampai Mbak SPG mendengar teriakannya dan menyahut: 'Mari, Kak!'

source
Dan entah kenapa sekarang rasanya saya sangat merasa bersalah ketika saya belum menjadi perempuan seutuhnya. Haha. Tidak ingin rasanya menyalahi kodrat.

Mari kita mencoba untuk menjadi seorang feminin dengan sikap yang santun dan tata krama yang baik, dengan wajah dan hati yang cantik.

Winda Asnita Siahaan

Tidak ada komentar: