“We read to know that we are not alone.” ― William Nicholson
Aku senang membaca. Aku lebih senang menghabiskan tabunganku untuk membeli beberapa buku daripada sekedar membeli baju baru. Aku lebih senang menghabiskan waktu senggangku untuk mendekam dan menelisik satu persatu bacaan bermutu di ruang perpustakaan daripada sekedar numpang duduk di kafetaria atau sejenisnya. Aku sangat mencintai buku-buku dengan segenap hatiku.
Untuk beberapa orang mungkin kebiasaan ini dinilai cukup aneh. Kutu buku mungkin sosok yang dinilai cukup rendah oleh mereka yang mengaku tingkat kepopulerannya berada di atas tingkat rata-rata. Dalam diam aku hanya menertawakan kebodohan dan pikiran sempit mereka yang tidak bisa menggunakan logika. Padahal dengan membaca mereka bisa melihat dunia. Dengan membaca mereka akan semakin banyak tahu dan mengerti tentang hal yang sebelumnya tidak pernah mereka tahu atau bahkan terpikirkan. Dengan membaca mereka akan lebih mampu untuk menilai dengan bijaksana. Memang melihat dunia dan menambah wawasan baru tidak cuma bisa ditempuh dengan membaca. Ada banyak jalan menuju Roma. Tapi jalan media tercepat menuju kota Roma dari Indonesia adalah dengan naik pesawat, bukan dengan kapal laut. Demikan halnya dengan membaca.
Membaca bukan berarti hanya sekedar membaca buku pelajaran sekolah atau kuliah. Sangat penting untuk membaca referensi dan jurnal tentang topik pelajaran. Dan kita tahu itu adalah kewajiban kita sebagai seorang perjuang yang menuntut ilmu. Tapi membaca itu tidak ada batasannya. Kita juga harus membaca buku lainnya, lagi-lagi sama seperti di atas, untuk wawasan dan pengetahuan yang kelak mendongkrak derajat kita sebagai manusia. Tidak salah memang kalau ada ungkapan membaca itu jendela dunia.
Aku suka membaca. Apapun jenis bukunya, fiksi-nonfiksi-biografi, aku suka. Dan aku sangat bersyukur sekarang sedang tinggal di Kota Yogyakarta di mana perpustakaan kotanya memberikan aku kesempatan untuk membaca lebih banyak buku-buku. (Terimakasih kepada Pemda Kodya Jogja). Perpustakaan kota ini lebih baik daripada perpustakaan kota tempat asalku yang dipenuhi buku-buku usang dan selalu berselimutkan debu. Terkadang sangat miris jika melihatnya. (Dan entah kenapa aku sangat nyaman untuk membawa pasanganku kencan ke perpustakaan sejak dari SMA hingga sekarang. Haha. Maaf, ya, kalau terkadang kalian merasa terpaksakan. Semoga kalian bisa mengerti :D )
Dan hari ini adalah hari Buku Nasional. Aku berharap kamu -para pembaca postingan ini- tetaplah meluangkan waktu untuk membaca buku. Apapun bentuknya, cetak atau elektronik, tetaplah membaca. Kamu akan menemukan banyak hal luar biasa dengan membaca. (Bahkan untuk kalian, hai kaum introvert, kalian akan sadar dengan membaca kalian tidak akan pernah merasa sendirian, seperti yang aku lakukan).
Selamat membaca. Selamat menyisihkan uang untuk membeli sebuah buku baru.
Yang berusaha lebih mengenal dunia dengan membaca,
Windapedia.
n.b. aku punya banyak buku di rumah. Jika berkenan, mampirlah. Atau hubungi aku jika tertarik untuk bertukar buku.


2 komentar:
Selamat hari buku ^^,
salam kenal dan kalo berkenan berkunjung balik ya sis ke Blog saya :)
baca twitku (@arnodya) aku habis ngetwit komentar tentang blogmu.
Posting Komentar