aku terang
kamu gelap
aku adalah lilin
aku rela melebur demi menerangi kamu
menerangi kita
walaupun pada akhirnya aku akan habis
meleleh perlahan-lahan
hilang satu demi satu tetesan
walaupun pada akhirnya akan kembali seperti semula
gelap, kelam
aku bersedia
apa menurut kamu semuanya sia-sia?
menurutku tidak
karena aku menikmati
setiap detik suasana remang yang tercipta di antara kita
sebentar
cukup singkat
hingga aku tidak bisa bersinar lagi
tapi aku adalah terang
dan kamu adalah gelap
kita bergandeng tangan
hingga akhirnya jemari kita tak sanggup lagi menggenggam
ah,
kenapa terang tidak bisa bersatu dengan gelap?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar