Setelah selesai makan, Ka Rotua cerita tentang kebiasaan makannya yang berlawanan dengan program dietnya. (Sekedar info: Ka Rotua adalah mahasiswi Geofisika UGM 2009 dengan berat badan >60kg hehe). Waktu itu ka Rotua mesen gado-gado yang katanya rendah karbohidrat jadi sangat dianjurkan untuk yang lagi diet, sama minum es jeruk.
"Gimana mau kurus ya, kalo minumnya es terus," Ka Rotua nyeletuk.
"Iya, sebenarnya itu ngga sehat lho, Rot," kata Ka Imel menimpali.
"Iya kan, katanya kalo minum es abis makan bikin perut jadi ngga langsing ya?" tanya Ka Rotua.
"Bukan gitu. Setauku, air es yang kita minum itu bisa aja membekukan minyak dari makanan yang kita makan. Terus itu akan membentuk lemak yang lama-lama bisa nyangkut di dinding lambung yang pada akhirnya memperlambat proses pencernaan kita." jawab Ka Imel panjang lebar.
Ya kira-kira seperti itulah jawaban Ka Imel. Aku terdiam sejenak, mikir itu beneran atau cuman sekedar mitos. Karna dulu aku juga pernah denger dari temen, katanya kalo minum es waktu lagi menstruasi itu ngga sehat, karena bisa membekukan darah dan kemudian menempel di rahim yang lama-lama bisa menyebabkan kista. Ternyata setelah aku tanya ke guru biologi itu hanya mitos aja. Nah kali ini, apakah itu fakta atau mitos?
Akhirnya karena penasaran, aku search aja di Mr. Google. Eh, ternyata beneran. Katanya minum air es atau air dingin setelah makan itu ngga sehat. Alasannya kurang lebih hampir sama seperti kata Ka Imel. Air es yang kita minum dapat membekukan makanan berminyak yang baru dimakan. Hal ini akan dapat memperlambat proses pencernaan. Bila lemak-lemak terbentuk dalam usus, ia akan mempersempit saluran pencernaan dan lama-kelamaan akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita akan semakin gemuk, perut keliatan buncit, atau menuju ke arah munculnya berbagai macam penyakit.
Buat yang udah terbiasa minum air dingin setelah makan, coba kebiasaan itu diganti menjadi minum air hangat atau teh hangat. Coba sebisa mungkin dikurangi meminum minuman dingin baik yang didinginkan di kulkas maupun air yang ditambah es. Karena minuman yang dingin juga bisa mengakibatkan mengkerutnya saluran-saluran darah mulai dari yang besar hingga menjadi sekecil diameter rambut kita.
Tau ngga, orang-orang di Jepang dan di China membiasakan minum minuman hangat usai makan, bukannya air dingin. Karena selain mencegah pembekuan minyak di perut, ternyata kebiasaan minum minuman hangat juga bisa mengurangi/menghambat munculnya serangan jantung. Karena bagi mereka yang memiliki penyakit jantung koroner (berapapun presentasi penyumbatannya), akan memudahkan terjadinya serangan jantung apabila terbiasa minum air dingin. Kok bisa? Alasannya sederhana. Karena saluran koronernya bisa mengeras dan/atau mengkerut sehingga lubang salurannya bisa mengecil yang pada gilirannya dapat menghambat laju dari/ke jantung. Jadi, untuk menghambat proses mengkerut dan mengerasnya saluran koroner, biasakanlah minum air panas atau air hangat.
Tidak ada salahnya mengubah kebiasaan makan yang salah ke pola hidup yang sehat. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Pilihan ada di tangan Anda.
WindaAsnita :)

2 komentar:
Kunjungan siang mbak
wow untung saya gak punya kebiasaan minum air dingin, tapi kalau kepepet minum sih
hehehe
mantab mbak infonya
aku juga dulu gitu. tapi sekarang udah mulai dikurangi. hehe makasi kunjungannya :)
Posting Komentar