Jumat, 05 Mei 2017

Tulisan untuk seorang teman

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun?
Karena kau menulis.
Suaramu takkan padam ditelan angin,
akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
Pramoedya Ananta Toer



Ketika menulis ini, waktu menunjukkan pukul 00.16 wib. Larut malam. Dan ogut lebih memilih untuk update postingan blog yang hampir usang dimakan zaman dibandingkan menyelesaikan slide powerpoint untuk presentasi besok. Mungkin nanti pagi lebih tepatnya. Dan seharusnya malam ini ogut juga harus tidur yang cukup supaya punya energi untuk menghadapi assesment besok. Harusnya.

Tapi yang terjadi adalah ogut lagi baper sebaper-bapernya dan bingung ngga tau harus bagaimana dan memutuskan untuk meluapkan rasa baper itu melalui sebuah tulisan yang entah-ini-bakal-selesai-ditulis atau-tidak. Haha.

Lupa awalnya bagaimana, tapi yang pasti ogut baru saja secara tidak sengaja menemukan sebuah tulisan yang ditulis sekitar 3-4 tahun yang lalu oleh seorang teman yang tidak-pernah-disangka-sangka akan menuliskan kalimat demi kalimat yang membuat ogut hampir menangis sangkin terharunya.

I'm not sure that I have read that notes before because I don't see any like or comment from me about that 'baper notes'. The only thing I know that my heart was quaking and shaking while read that notes and whisper: oh my friend, is it true that you wrote this kind of masterpiece and described our friendship emotionally? Where have I been? Is this truly your thought about me? Why do I read it too late? Or maybe I have read it before and lost my words and had no time to give like or comment but immediately sent you a message of many questions by whatsapp to ask: itu seriusan tulisannya buat aku? Demi apa? Dan kenapa ogut juga nulisnya jadi campur-campur begini?

Ogut memang super melow. Dan menemukan seorang teman yang menghargai dan mengabadikan riwayat pertemanan dalam sebuah tulisan sanggup membuat hati luruh dan meleleh. Terlebih tulisan tersebut sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya (lebai!) dan ditulis secara personal tanpa harus menyebut nama.

Ah, payah.
Kenapa cengeng sih :')

Terima kasih sudah menjadi teman yang baik.
Walaupun ogut sebenarnya lebih sering menyusahkan dibanding disusahkan.
Walaupun kita ngga sering bisa ketemu dan komunikasi hanya kalau ada yang penting saja.
Walaupun kita sudah punya dunia sendiri-sendiri.
Walaupun kadang kalau ketemu dan nongkrong berdua masih suka sibuk sendiri dengan gadget masing-masing haha. Sekali setaun ketemu. Padahal mah jarak ngga bisa dibilang jauh. Memanglah kita ya.

Well, memang kehidupan harus terus berjalan.
Hari baik tidak selalu melingkupi langkah kita.
Benturan dan hempasan pasti akan ada.
Tapi, seperti yang kau tuliskan, aku akan cukup kuat untuk melewati badai demi badai.
Aku akan cukup kuat untuk melawan hujan demi hujan.
Karena aku adalah sosok tangguh dan luar biasa.
Katamu seperti itu.

(Padahal mah sebenarnya aku banyak belajar darimu dan pengalaman hidupmu.
Kau yang lebih kuat dan tangguh jika berurusan dengan kegetiran hidup).

Terima kasih karena selalu ada dan menjadi teman yang baik.
Kita tidak berjalan beriringan, dan mungkin tidak juga saling bersinggungan.
Tapi aku tidak akan pernah melupakan.

Thanks to you.
Maybe you read this. Maybe not.
Maybe you have another notes that I haven't found. Maybe not.
Maybe you appreciate our friendship. Maybe not.
Maybe someday you forget. Maybe not.
Apapun itu, aku tetap bersyukur.

Hakuna matata, my dear friend.
As I always said, hakuna matata.

The one who never worry about life, especially who haven't made a slide of presentation,
❤Winda


(eh ternyata sudah jam 1.20)
(lama amat nulisnya yak)
(presentasi ogut apa kabar????)
(jadi inget jaman skripsian)
(mau sidang aja masih sempat marathon nonton drama korea)
(hidup ngapain dibawa susah cyiiiinnn...)

Tidak ada komentar: