Kamis, 21 September 2017

Repelita Impian

Hari ini tanggal 21 September.

Tadi pagi terbangun jam tiga lebih beberapa menit. Masih pagi buta. Gara-garanya karena alam bawah sadar dan alam mimpi tidak bisa tenang, kepikiran dengan pengumuman hasil TKD yang seharusnya diumumkan tanggal 20 September tapi hingga menjelang tengah malam tidak diumumkan juga. Bahkan di mimpi pun masih saja penasaran dengan hasilnya, yang setelah dikroscek ternyata ‘tidak lulus’. Alih-alih sedih, saya justru tertawa melihat hasil tes CPNS KEMENKUMHAM itu. Untuk posisi yang saya lamar, saya berada di peringkat-40 secara nilai nasional. Sedangkan jika ingin lulus harus berada di peringkat 1-39 karena memang kuotanya terbatas. Ini sungguh lucu!

Tapi sebenarnya, jauh di dasar lubuk hati yang paling dalam, saya cukup berbangga. Saya bisa berada di peringkat tersebut dan mampu menyisihkan ribuan hingga ratusan ribu peserta lain merupakan suatu prestasi yang luar biasa buat saya. Nilai saya bisa dikatakan bagus, dan juga tidak lebih rendah dari tiga peserta lain yang rangkingnya di atas saya. Kami memiliki jumlah nilai yang sama. Saya gagal hanya karena kuota sudah terpenuhi. Itu saja. Saya sedang tidak beruntung.

Karena terlalu excited dengan proses seleksi itu, saya hampir lupa kalau besok adalah tanggal 22 September, dan itu berarti saya resmi menyandang usia 25 tahun. Saya tidak gembira. Bahkan rasanya agak sedih. Yang dulu saya masih berusia 18 tahun tiba-tiba harus berubah menjadi 25 tahun. Seperempat abad. Sosok yang sudah dewasa dan memikul tanggung jawab yang berat terhadap dirinya sendiri dan juga masa depannya. Dan saya sadar di titik ini bahkan saya belum menjadi apa-apa, dan belum menjadi siapa-siapa.

Jika merefleksikan diri, jujur saya bahkan belum menyentuh sedikit pun impian saya. Hidup saya masih jalan di tempat. Saya menyadari hal ini dari beberapa waktu yang lalu dan ternyata hingga saat ini masih belum ada perubahan. Haha. Saya malu.

Tapi saya tidak ingin hidup terus seperti ini.

Saya menginginkan perubahan.

Saya harus merancang kerangka masa depan yang baik dari sekarang, setidaknya sekarang masih belum terlambat.

Beberapa hari yang lalu, saya terpikir untuk membuat Repelita Impian saya hingga lima tahun ke depan. Saya menyebutnya “Repelita” mengikuti gaya orde jaman Soeharto. Rencana Pembangunan Lima Tahun. Hehe. Ada beberapa hal yang ingin saya capai dalam jangka lima tahun depan. Beberapa hal (menurut saya) yang akan membuat hidup menjadi berarti.

1. Saya tidak mengerti kenapa harus menuliskan ini, tapi membaca Tetralogi Buru karya Pramoedya Tour dan Serial Harry Potter karya J.K. Rowling merupakan impian yang tidak pernah tercapai sejak jaman kuliah. Jadi hal ini harus terwujud, supaya otak saya bisa hidup dalam damai.

2. Punya paspor! Wajib hukumnya untuk punya paspor, supaya bisa keliling dunia. Hahaha, becanda. Itu terlalu klise. Tapi saya memang punya impian untuk melihat aurora di Iceland. Waktu lihat music video I’ll Show You –nya Justin Bieber yang berlatar tempat di Iceland, saya langsung terpesona dan ingin segera ke sana. Tapi bukan sekarang. Bukan lima tahun ke depan. Iceland tidak termasuk dalam Repelita. Yang dekat-dekat saja dulu, ya. Tapi benar ingin ke sana suatu saat nanti, entah kapan haha.

3. Pulang ke rumah ke Padangsidimpuan sedikitnya lima kali. Itu artinya setidaknya setahun sekali harus pulang. Saya tidak mau jadi anak durhaka yang lupa arah jalan pulang.

4. Lanjut S2-Fisika. Ini serius. Fisika memang jurusan yang menurut saya susah (karena saya tidak pernah mengalami kuliah di jurusan lain jadi tidak punya perbandingan haha). Tapi entah kenapa rasanya sangat tertantang untuk mengambil pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Anak-anak saya berhak lahir dari rahim seorang ibu yang cerdas dan berpendidikan.

5. Menikah. Saya sebenarnya tidak pernah membuat patokan harus menikah di umur sekian. Bahkan sekarang hal ini bukan prioritas saya, dan merasa tidak masalah jika harus menikah menjelang akhir kepala dua. Tapi mungkin saja saya bisa berubah pikiran jika pada akhirnya dipertemukan di waktu yang tepat dan… orang yang tepat.

6. Dulu saya berpikir pasti rasanya seru kuliah S-2 sambil mengurus bayi yang lucu. Tapi semakin ke sini makin terbayang itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Jadi, punya bayi masuk dalam Repelita tapi dengan kondisi tidak dalam masa kuliah hehehe. (Aduuuuhhh ini bayanginnya sok asik banget ya haha). Sejauh ini pengennya kuliah di UI, ambil kelas weekend karena Senin-Jumat harus bekerja. Kenapa UI karena masih di lingkungan Jabotabek, dekat dengan lokasi kantor. Dulu pernah pengen bisa kuliah ikut LPDP, tapi sekarang sudah nggak lagi. Karena pasti susah jadi perempuan kantoran sambil kuliah LPDP heheheheheheeee.

7. Punya rumah. Setidaknya sudah DP rumah atas nama sendiri, walaupun kemungkinan besar lunasnya masih 15 tahun ke depannya. Pokoknya harus sudah punya rumah.

8. Jalan-jalan ke Indonesia bagian mana saja, tapi Indonesia Timur dan Bangka Belitung adalah dua tempat yang wajib!

9. Nyobain Bungee Jumping di Canyon Swing, Queenstown, New Zealand. Tahu tempat itu dari instagramnya Justin Bieber. Doi pernah ke sana dan di video yang dia unggah kelihatannya seru bisa uji adrenalin sambil jatuh dari ketinggian 160 m di jurang dengan kecuraman entahlah itu berapa derajat. Lokasinya terkenal di dunia. Dan lihat video-video yang ada di youtube sumpah bikin penasaran pengen nyobain sendiri. Katanya untuk mencoba wahana bungee jumping itu harus menyiapkan duit sekitar Rp 3,5jt. Belum lagi transportasi dan akomodasi di sana. Belum urus visa. Belum syarat jumlah tabungan. Okay, let’s note we need about Rp 20jt to go there. Atauuuuu, kalau misalnya ini tidak kesampaian, bisa nyobain Repelita ke-10 berikut:

10. SKY DIVING di DUBAI SKYDIVE! Tahu Dubai Skydive juga dari youtube. Sebenarnya dkydive di mana-mana ada. Di Australia juga ada. Tapi baca-baca referensi orang yang pernah nyobain, katanya yang Dubai punya lebih kereeeen. Lebih tinggi jatuhnya. Lebih bagus viewnya. Lebih mahal juga harganya hahahaha. Sekitar AED 199 atau Rp 7,2 sekali terbang. Minimal nabung Rp 25jt lah biar sekalian jalan-jalan ke Yerusalem hahaha. Dalam waktu lima tahun masa ga bisa?

11. Sebenarnya pertanyaannya bukan bisa ngga bisa. Nabung Rp 25jt dalam waktu lima tahun juga terkumpul. Tapi masalahnya, apa iya rela duit segitu banyak langsung habis dalam sekejab? Apa iya tidak ada kebutuhan yang lebih penting dari skydiving? Belum mau cicil rumah. Belum bayar premi asuransi. Belum bayar uang kuliah. Belum ini. Belum itu. Jadi, solusinya dibuatlah Repelita ke-11: pindah kerja. Harus berani move on dari zona nyaman. Kalau bisa nyari kerjaan baru yang ada peluang bisa sering jalan-jalan. Yang ada pelung dikuliahkan S-2 gratis. Kalau bisa BUMN. Ya, walaupun saya belum berani ijin cuti buat nyari kerjaan baru, setidaknya saya sudah berani bermimpi untuk perubahan hidup yang lebih baik haha.

Mungkin bisa dibilang beberapa list dari Repelita ini terkesan non sense. Tapi saya sangat berharap semuanya bisa tercapai. Sebenarnya ada juga sih beberapa Repelita lain tapi sengaja tidak dituliskan di sini. Terlalu banyak. Pegal menulisnya.

Terlebih dari kesemua Repelita di atas, saya ingin di usia yang semakin matang ini saya bisa semakin dewasa dalam berpikir dan bertindak serta lebih bijaksana dalam menyikapi sesuatu. Saya tentu ingin menjadi pribadi yang baik dari sebelum ini, menjadi anak yang lebih baik buat orang tua, menjadi kakak yang baik buat Ivan dan Dean, menjadi adik yang baik buat abang Rico, menjadi partner yang baik buat pasangan, dan juga warga Negara yang baik buat bangsa ini. Saya ingin menjadi lebih baik dan semakin banyak berbuat baik.

Yang bahkan walaupun sekeliling saya sudah tidak baik, tapi saya harus tetap dapat berbuat baik.

Selamat menjelang dua puluh lima buat diri sendiri. Tahun ini keadaannya masih sama. Tapi tahun depan siapa yang bisa duga. Puji syukur karena Tuhan Yesus senantiasa menjagai dan melindungi. Dua puluh empat tahun yang menakjubkan. Dan sekarang saya benar-benar siap untuk bisa naik level lagi.

Kalau kamu, Repelitanya apa?
❤Winda

5 komentar:

Unknown mengatakan...

Suka banget sama tulisan kakak ini

windapedia~ mengatakan...

Terima kasih :)

Unknown mengatakan...

Hai kak winda pasti sibuk ya 😊 semangat terus ya kak jgn putus harapan pasti bisa tercapai Amin

windapedia~ mengatakan...

Terima kasih sekali lagi :)

windapedia~ mengatakan...

Terima kasih sekali lagi :)