Senin, 25 Juli 2016

MnG Tere Liye, Launching Matahari, dan cerita lainnya

"Hello, it’s me.
I was wondering if after all these years you’d like to meet
To go over everything
They say that time’s supposed to heal ya but I ain’t done much healing."
(Hello, Adele)
--

Hello pembaca setia windapedia πŸ€—

Jadi begini, kemaren tanggal 23 Juli saya memutuskan untuk menghadiri Meet and Greet (MnG) Tere Liye sekaligus launching event buku baru beliau, ‘Matahari’, serial ketiga dari tetralogi ‘Bumi’. Saya sangat excited sekali menghadiri acara ini, karena Matahari adalah buku yang saya tunggu-tunggu sejak pertengahan 2015.

Sebenarnya tanggal 23 Juli itu adalah momen Selena Gomez menggelar konser ‘Revival Tour’ di BSD City, Indonesia. Saya sudah ikutan banyak kuis di twitter cuma buat dapetin selembar tiket konser. Pada dasarnya tidak bejo, ya sudah, say goodbye deh sama mantan pacar Justin Bieber.

Kembali ke Tere Liye.

Saya lupa kalau ternyata saya pernah nge-fans berat dengan beliau. Tidak sengaja ingat itu karena pas talkshow, Tere Liye berulang kali mengungkit novelnya yang berjudul ‘Tentang Kamu’. Sejak kuliah saya memang suka dan jatuh cinta dengan karya-karya Tere Liye, dalam arti tidak pernah melewatkan satupun buku-buku beliau. Semua saya baca. Semua saya beli. Kecuali ‘Serial Anak-anak Mamak’ yang memang saya belum ingin membacanya. Juga ‘Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin’ karena saya pinjam dari perpustakaan, tidak beli. Berarti harusnya ngga pake kata semua dong ya hahaha… Dan sekarang ada novel ‘Tentang Kamu’? Hah? Where have I been sampai saya tidak tahu-menahu tentang buku itu?

Dan akhirnya, didorong rasa penasaran, saya mencari tahu di Google. Oh God, terimakasih Larry Page dan Sergey Brink karena telah menciptakan Google. Kata kunci yang saya masukkan adalah 'novel tentang kamu tere liye'. Dan, ternyataaaaa, hasil teratas dari mesin pencari tersebut adalah tulisan saya sendiri yang saya tulis pada tanggal 29 April 2013. Judul postingannya adalah “Tentang Kamu, Tere Liye, dan sepotong kenangan masa kecil”. And I’m really surprised about what I found on that page. Seperti ini:

Postingan masa lampau

Tulisan silam itu disponsori oleh rasa kesal karena kehabisan tiket event talkshow yang diselenggarakan oleh salah satu komunitas di UNY. Sebelumnya juga ada pelatihan menulis yang diadakan oleh penerbit DivaPress Jogjakarta dengan tamu special Tere Liye, dan saya tidak beruntung untuk dapat menjadi peserta.

Waktu itu saya sedang jatuh-cinta-nya dengan karya beliau. Buku pertama Tere Liye yang saya baca dan mampu membuat saya terkesan adalah ‘Rembulan Tenggelam di Wajahmu’ (klik link) atau disingkat RTW. Sosok Ray di cerita RTW tersebut sungguh tangguh dan luar biasa. Hukum sebab-akibat yang menjadi alur cerita pun sangat menakjubkan. Terlebih karena buku tersebut berbicara tentang ‘takdir’. Saya suka jika sebuah cerita berurusan dengan ‘takdir’ (pada masa itu). Dan, Ray, aaaahhh, saya jatuh cinta dengan Ray. Literally!

Sebelumnya saya sudah pernah mendengar nama Tere Liye dari buku yang berjudul ‘Hafalan Sholat Delisa’. Waktu masih SMA kalau tidak salah. Nama dan buku-nya agak ramai waktu itu, dikarenakan settingan cerita yang mengambil latar belakang kejadian tsunami Aceh. Banyak yang mengira cerita tersebut adalah kisah nyata, padahal sebenarnya hanya fiksi belaka. Itulah mengapa saya tidak membacanya. Saya tidak ingin seperti orang kebanyakan. Hahaha. Saya tidak mau ikut-ikutan orang lain.

RTW adalah cinta pertama saya, dan menyusul karya beliau lainnya. Semua saya lahap. Saya berulang-ulang menceritakan tentang karyanya ke partner saya, yang akhirnya dia pun ikut-ikutan suka dengan buku Tere Liye. Hahaha. Daaaan, kembali ke cerita tadi, itulah kenapa sebabnya saya galau karena tidak mendapat tiket talkshow dan gagal ketemu Tere Liye. Galaunya itu bikin bad mood seharian hahaha. Terimakasih buat Ray yang sudah menemani dan mengusir kegalauan pada waktu itu haha. Thanks Ray, wherever you are, I should give thank to you. Wish you knew this.

Setelah searching-sana-searching-sini, ternyata novel yang berjudul ‘Tentang Kamu’ itu adalah buku baru yang akan rilis Oktober 2016. (Pantesan ogut ngga pernah denger yak). Jadi beliau sebenarnya sudah ngasih secuil spoiler ‘Tentang Kamu’ di akun facebook penulis. Lah ogut kan sudah ngga maenan fb ya mana tauuuuuu haha. Btw, apa itu facebook? LOL!

Jadi, pada tanggal 23 Juli tersebut, saya yang kecewa dengan beberapa stasiun radio yang tidak mengijinkan saya menjadi pemenang tiket konser Revival Tour-nya Selena Gomez, memutuskan untuk MnG dengan Tere Liye saja. Enggaaaa, ogut bohooong, ogut dapet tiket Selena juga ogut bakalan tetep ke Gramedia Matraman buat ketemu Tere Liye no matter what hahaha.

Gramedia Matraman itu kalau kata Google adalah toko buku terbesar di Asia Tenggara. Saya sih tidak tahu benar atau salah, karena saya tidak punya perbandingan toko buku di tempat lain seperti apa. Tapi, selama saya mengunjungi toko buku seumur hidup, memang Gramedia Matraman adalah toko buku paling ramai dan paling besar. Ada empat lantai (kalau tidak salah) dan luas sekali. Koleksinya juga banyak. Kalah deh sama Gramedia Sudirman Jogja yang cuma tiga lantai dan luasnya juga tidak seberapa. Jauuh.

Berangkat dari kosan jam satu lebih beberapa menit. Sedangkan acara jam empat sore. Dengan kondisi jalanan Tangerang-Jakarta yang macet, ditambah adanya konser Selena Gomez (hahaha maaf yaa kamu disalahin terus..) saya pesimis bisa sampai tepat waktu. Ya memang akhirnya sampai juga ke venue pukul 15.45 lalu ngantri panjang di kasir untuk transaksi buku Matahari. Daaaannn, di MnG saya tidak dapat tempat duduk saudara-saudara, karena sudah penuh. Sepanjang talkshow saya berdiri sampai kaki pegal-pegal. Oh my freakin shoes, thanks to you!

Matahari, serial #3 Tetralogi Bumi
Sesi Takshow dengan penulis Tere Liye

Ada banyak hal yang penting yang saya dapat dari talkshow tersebut, terutama mengenai motivasi menulis. Hahahahaahahahahahahhahahahahahhahahahahahahahahahahhahahahahahahahahaha. Serius, saya sudah sering mengikuti seminar/talkshow/pelatihan/apapun yang berhubungan dengan menulis sejak tahun 2013. Beberapa orang menyarankan saya untuk menulis, menjadi penulis, membuat cerita, dan beberapa dari mereka mengatakan saya berbakat. Tapi saya cuma bisa bilang: saya hanya suka membaca. I enjoy reading! Dan belum ada niat untuk menjadi penulis dan menerbitkan buku, karena beberapa alasan yang saya kuatirkan. (Baiklah, hal ini akan saya bahas. Tapi, nanti, di postingan yang berbeda). Saya menghadiri acara in tanpa ada niatan untuk mendapatkan wajangan how to writing, tapi saya anggap itu adalah bonus and I'll keep it jika sewaktu-waktu saya berubah pikiran dan kepingin menjadi penulis.

Intinya saya senang menghadiri MnG tersebut. Walaupun Bang Tere Liye tidak mau diajak selfie haha setidaknya saya sudah punya Matahari, buku yang saya tunggu-tunggu sejak 2015. Jujur, saya baru kali ini mengikuti sesi ‘book-signing’ dan itu lumayan menyebalkan haha. Antrian panjang luar biasa. Saya bahkan sempat meninggalkan venue, turun ke bawah buat mengisi perut dan mencari air mineral, dan ketika kembali antriannya berasa segitu-segitu saja, tidak berkurang haha. 

Signed book





Itu buku Matahari saya yang sudah ditanda-tangani. Sewaktu sesi book-signing, saya bertanya ke Bang Tere Liye, boleh atau tidak apabila pembaca request agar diberi kalimat pengantar di buku. Beliau menjawab boleh. Saya request diberi pengantar 'Untuk Dean dan Ivan, selamat membaca'. Namun, ternyata tulisannya besar sekali hahaha. Yasudah, saya bilang begitu saja cukup. Daripada nanti kesannya buku saya banyak coretan haha. Lebih bagus kalau ngga ditandatangi ternyata ya haha. Lebih bersih. Fyi, adik saya, Dean dan Ivan, juga suka Tere Liye karena saya cocol terus mereka dengan buku-buku beliau. Pun kalau buku ini selesai saya baca akan saya hadiahi ke mereka. Semoga Ivan ngga protes karena namanya salah tulis yaa haha. Ini kenapa ogut ketawa mulu yak..

Oh iya, sepulang dari Gramedia Matraman, saya singgah sebentar ke Mall Kota Kasablanka, meet up sama suhu Mas Bray haha. Mumpung dekat sih ya.

Kelakuan bocah yang ngga bisa liat patung nganggur

Abaikan pipi ogut. ABAIKAN!
Abaikan juga suara sumbang kita haha

Ya gitu deh ceritanya. Kapan-kapan disambung lagi, ya. Maaf kalau ceritanya kurang seru. Ogut mah ng-update juga iseng doang. Buat nyimpen cerita hari ini buat masa depan. Dibaca ya syukur ngga dibaca juga engga papa haha. 

Btw, terimakasih sudah membaca sejauh ini.
❤Winda

 P.s.
1. Di tulisan blog (postingan masa lampau) yang judulnya 'Tentang kamu, Tere Liye, dan sepotong kenangan masa kecil", membuat saya sadar kalau akhirnya saya punya mesin PlayStation1 dan kaset gamenya yang seabrek-abrek, semacam hadiah dari Ray. Tapi mereka semua ketinggalan di Jogja. Dan, waktu itu saya dan Ray taruhan stick PS yang berwarna jingga. Kata Ray itu untuk PS 3. Kata saya itu PS 1 juga bisa. Ternyata saya menang. Dan akhirnya saya ditraktir makan pizza di PH Jakal pakai duit hasil menang judi bola hahaha. Oh iya, stick PS nya jadi kita beli dan ketinggalan juga di Jogja. Itu memang note tidak penting. Makanya nulisnya belakangan. Tapi akhirnya mengetahui jawaban dari pertanyaan masa lalu itu menyenangkan. Tidak penting tapi menyenangkan. Tidak penting tapi mengesankan. πŸ˜‚πŸ˜‹πŸ€—

2. Musisi yang suka secara subjektif di dunia itu hanya ada tiga: Sheila on Seven, Coldplay, dan Justin Bieber. Selebihnya biasa saja. Suka sih suka, tapi tidak ngefans, dan suka pun yang sifatnya objektif. Dan kemarin rasanya berkesan sekali. Saya sampai di Gramedia Matraman disambut dengan senandung Justin Bieber dari Album Porpose-nya. Saya sampai di Mall Kota Kasablanka disambut dengan lagu-lagunya Coldplay yang dimainkan oleh live accouctic di sebuah bar. Mau balik ke Stasiun, pas di Transjakarta Feeder, radionya muterin lagu So7, dan ada Hingga Ujung Waktu-nya. Haha. Honestly, sebenarnya saya sudah cukup bosan dengan lagu-lagu mereka karena setiap hari diputar di-playlist. Tapi mendengar lagu-lagu mereka diputar di tempat umum satu album, that's how I called sesuatu yang membuat hati bahagia. You said me 'alay'? Bodo amat! Hahaha πŸ˜‚ πŸ˜‹ 
Oiya, beberapa hari yang lalu saya 'rekaman' dan di-update di soundcloud. Seperti ini:




Enjoy it!

Suara ogut cempreng? Udah siihh, maapin ajaaaa...

3. Sumpah ternyata ini sudah pagi, pukul 01. 30. Dan besok pagi harus masuk kantor. Huaaaaaa lupa kalau weekend sudah habis. 

Tidak ada komentar: