Minggu, 15 September 2013

Selamat Datang, Semester 7 :)

KKN sudah selesai, liburan sudah usai, masa kuliah akhirnya tiba. 

Pada akhirnya cuma bisa mengucap syukur kepada TYME karena hingga pada saat ini aku melaluinya dengan baik. 
Terimakasih juga buat Bapak, buat Mami juga. Lihat, akhirnya aku sampai juga di titik ini! :) Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya bila waktu itu kalian mengiyakan permintaanku untuk berhenti dan menyerah hanya karena kerikil kecil yang menyandung langkahku. Kalian sangat luar biasa dan aku sangat berterimakasih untuk itu. 
Juga buat teman-teman yang selalu memberi semangat, aku mengasihi kalian. Mungkin aku tidak bisa menjadi teman yang baik, mungkin aku terkadang mengecewakan, tapi aku bersyukur kalian pernah singgah di hari-hariku.
Buat Bapak/ibu Dosen yang sering memberikan motivasi sebagai pengantar kuliah di kelas, aku juga sangat berterimakasih untuk itu. Mungkin kalian tidak pernah menyadari betapa berharga kalimat penyemangat yang bahkan (mungkin saja) kalian hanya sepintas saja mengucapkannya. Karena ada dua/tiga mahasiswa menyimpan kata-kata itu dalam ingatan mereka, menyimpan dalam hati, yang sewaktu-waktu digunakan untuk suntikan semangat.
Buat orang yang membuatku lemah dan ingin menyerah, terimakasih banyak. Sadar atau tidak, caramu yang tidak mengenakkan sedikit banyak membuatku menjadi kuat dan belajar tentang bangkit dari keterpurukan.
Buat Aji Prayoga Marthan, kekasih sekaligus sahabatku, aku selalu mengucap syukur kepada Tuhan setiap kali aku mengingatmu. Kita bertemu lagi di kesempatan dan keadaan yang tepat :) Terimakasih telah memungut sinar dan menerangiku.

Ini bukan ucapan terimakasih karena aku telah berhasil menyelesaikan studiku dengan baik. Bukan!
Ini adalah ucapan terimakasih karena pada akhirnya aku sampai di titik ini, semester tujuh, dan masih berpredikat sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada. 
Aku tidak pernah memimpikan ini. Aku juga awalnya tidak mengerti kenapa TYME meletakkan aku di kota ini. Aku terkadang mendapati diriku menjalaninya dengan tidak sepenuh hati. Berkali-kali ingin pergi dari sini, lalu menjalani hidup seperti yang kumau sejak semula. Aku terlalu naif.
Tapi aku sangat bersyukur sebab akhirnya AKU BERHASIL sampai di sini. Memang belum mencapai garis finish, tapi tidak semuanya harus dinilai dengan hasil akhir, bukan?

Sedikit lagi, dan aku akan berjuang memberi yang terbaik.


Mahasiswa biasa-biasa saja,
Winda Asnita Siahaan.

Tidak ada komentar: