Masih ingat tidak bagaimana kamu menghabiskan tahun-tahun terakhirmu bersama bulan Maret?
Aku sedikit lupa sedikit ingat.
Maret 2013.
Maret 2012.
Aku sedikit lupa sedikit ingat.
Maret 2013.
Maret tahun ini yang paling luar biasa yang aku alami. Ya, dibanding tahun sebelumnya, Maret kali ini lebih spesial dan bermakna. Senang rasanya bisa menjadi penyemangat bagi orang lain. Dan juga sangat menyenangkan telah mendapati diriku telah beranjak dewasa dan semakin bijaksana. Ada satu hal yang kupelajari saat ini: EQ-ku sangat jebluk. Untuk ke depannya aku juga harus belajar lagi untuk lebih memahami perasaan orang lain, peka, terbuka, dan apapun itu. Aku sungguh tidak ingin kehilangan temanku karena EQ yang jelek. Ironis. Betewe, bulan ini aku udah berapa kali ke kotamu? Aku ingin kita berdua ke sana lagi :)
Maret 2012.
Mimpi. Asa. Ambisi. Aku kehilangan semuanya di saat itu. Bahkan aku -dengan tidak sadar- memutuskan untuk berhenti berjuang untuk studi dan masa depanku. Aku tidak habis pikir betapa bodohnya aku yang kehilangan semangat hidup dan menyerah begitu saja hanya karena kehilangan seseorang yang 'aku telah terbiasa menjalani hari dengannya'. Kamu tidak segalanya, bukan seperti itu. Hanya saja waktu itu rasanya begitu pedih sehingga aku tak sanggup berbuat apa-apa lagi. Mungkin kamu tidak tahu, atau tidak mau tahu, atau sebaiknya memang kamu tidak tahu. Apapun itu, aku berusaha menerima kenyataanku sendiri tanpa harus kamu tahu.
Maret 2011.
Ini adalah saat di mana kita saling belajar dan mengenal satu sama lain. Ini adalah masa di mana aku selalu ingin menghabiskan waktu denganmu tapi selalu saja ada yang salah dengan caraku. Aku masih ingat bagaimana kamu yang dengan teganya menaruh bunga -yang katamu susah payah kamu carikan untukku- di tempat sampah depan rumahku, hanya karena kesalahpahaman kita. Oya, aku juga masih ingat ucapan konyolmu tentang perasaanmu waktu itu. Katamu "jika mencintaimu adalah dosa terbesar, aku rela masuk neraka terdalam'. Haha lucu juga yaaaa, apalagi jika dibandingkan dengan kenyataannya sekarang. Engga, dit, aku ngga minta kamu untuk selalu menemani hari-hariku waktu itu. Aku cuma mengucap syukur karena kehadiranmu waktu itu. Betapapun ada sesuatu yang sebenarnya sangat berharga yang harus kukorbankan waktu itu, tapi, ya, takdir tetap mengembalikannya seperti sedia kala.
Maret 2010.
Aku lupa seberapa banyak air mata yang kuhabiskan saat itu. Bukan lupa, tapi pura-pura lupa. Bagaimana bisa hilang dari ingatanku? Detil demi detilnya masih tersimpan di memori kepalaku. Aku yang sedang berjuang demi menghadapi ujian nasional ditambah tingkah lakumu yang membuatku mendapati hidup tetap jalan di tempat, tidak berbuah apa-apa. Untung saja jarak Padangsidimpuan dengan Bandung sangat sangat jauh. Kalau tidak, aku pasti bakalan sangat frustasi. Hmm, entahlah sebabnya apa :D Masih ingat, waktu aku ujian Simak UI waktu itu, kamu memberiku kabar yang membuat ku kehilangan semangat untuk menghadapi ujianku. Sampai sekarang pun sebenarnya aku masih benci, tapi aku tidak dendam. Kamu sangat menyebalkan. Tapi sungguh, kamu memberi kontribusi yang sangat besar dalam motivasiku hingga pada akhirnya kita bisa menginjak satu pulau yang sama, walaupun kamu di barat aku di tengah. Luka dan airmata yang jatuh waktu itu ternyata ngga sia-sia ya :')
Maret 2009 dan Maret 2008.
Ceritanya persis sama. Awalnya aku ragu, tapi setelah melihat lagi buku harian semasa SMA ku, ternyata memang benar ceritanya persis sama. Long distance relationship antar pulau itu norak banget sumpah. Haha sungguh sangat tidak ingin mengulangi cerita seperti itu. Buku harianku terlalu dipenuhi oleh banyak kata rindu.
Maret 2007.
Masa Masa SMP. Lupa detilnya seperti apa.
Tidak! Postingan ini bukan bercerita tentang pasangan dan mantan pasanganku waktu itu. Tapi bagaimana proses yang udah kujalani dan pada akhirnya rangkaian peristiwa itu bisa membuatku semakin kuat kuat dan semakin bijaksana, ketika aku bercermin dengan masa sekarangku. Aku belajar dari semuanya.
And by the way, tahun depan kisah Maretku seperti apa ya?
Winda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar