Senin, 29 Oktober 2012

Cerita Senin

Mungkin saja tidak akan keluar.
Atau mungkin saja dipaksa keluar.
Terkadang sesuatu yang dipaksa itu hasilnya tidak baik.
Dan aku juga tidak tahu hal ini berlaku untuk otak atau tidak.
(Bergumul dengan pikiran sendiri sembari mengomentari pendapat Beliau ketika menuju menit terakhir ujian Fisika Inti)


"Eh, mbaknya semester berapa toh?"
"Semester lima."
"Semester berapa?"
"Semester lima, Pak."
Beliau tertawa.
Aku ketakutan. Jawaban Fisika Dasar-ku yang tadi memang terlihat sembrono. Sembarangan. 
"Saya pikir masih semester satu." Dia menertawaiku lagi.
Apakah jawaban ujianku memang terlihat seperti jawaban mahasiswa semester mengkal? Aku hanya diam.
"Mbak-nya kelihatan kecil. Saya pikir baru masuk kuliah."
Kali ini gantian aku yang tertawa. Miris.
Lalu Beliau mengeloyor pergi.
(Pembicaraan dengan Bapak Pengawas Ujian sembari menunggu redanya hujan di Mipa Selatan)

Jogjakarta, 29 Oktober

Tidak ada komentar: