Sabtu, 10 Maret 2012

KAUlah segalanya :)

Kau Bapa yang mengasihiku
kuasaMu memulihkanku
hati yang baru Kau berikan untuk ku dapat melihat
rencanaMu indah bagiku
Kau ada di setiap jalanku
hatiku haus dan lapar akan Engkau
KAUlah segalanya di dalam hidupku
kerajaanMu, kebenaranMu, itu bagianku
KAUlah yang kupandang selama hidupku
mengasihiMu, memuliakanMu
Bapa dan Rajaku...
(Kaulah Segalanya, Sari Simorangkir)


mendadak jadi rohani gini ya?
awalnya sih tadi pas lagi belajar, aku muterin windows media player di laptop. Udah jadi kebiasaan kalo mau belajar mesti nyanyi-nyanyi dulu. Entar kalo udah agak cape nyanyi baru deh bisa konsen belajar. Yang diputerin sih playlist lagu-lagu sekuler. Asik asik aja awalnya. Tapi tiba-tiba, lagu ini muncul. Aku langsung diem. Ngikutin alunan intro. Dan kemudian ikutan nyanyiin lagu ini, khusuk banget.

Well, belakangan ini emang aku lagi mempertanyakan keberadaan tuhanku sendiri. Lagi di mana? Sama siapa? Kenapa aku ditinggalkan, kenapa aku dibuang, kenapa aku dibiarin sendirian? Untuk segala sesuatu yang terjadi belakangan ini, sangat sulit untuk menghadapinya sendirian. Kuakui, aku bukan tipe perempuan yang kuat. Bukan pribadi yang bisa menaklukkan duniaku sendirian. Aku terlalu lemah untuk itu.

Tapi, kalo dipikir-pikir lagi, apa sepenuhnya aku ditinggalkan? Apa benar aku sendirian?
Aku terlalu naif kadang. Terlalu gampang menyalahkan yang lain. Memandang segala sesuatunya sebagai 'aku' posisi yang di'rugi'kan. Aku objek penderita! Padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu.

Mungkin manusia boleh terkesan mengecewakan. Datang untuk pergi dan meninggalkan. Mungkin manusia bisa mengasihi dengan tulus. Tapi ketika mereka sudah tidak punya alasan lagi untuk tetap melakukannya, mereka berhenti melakukannya. Atau beralih ke pribadi yang lain yang mereka anggap lebih baik dan lebih menguntungkan. 

Tapi Tuhan itu setia. Aku sadar untuk kesekian kali kalau Tuhanku itu setia. Sepertinya Ia tidak pernah berhenti mengasihiku bahkan di saat aku hampir memutuskan untuk berpaling. Di saat menyapaNya, berbicara denganNya, menyembahNya, hanya kulakukan sebagai rutinitas belaka, tapi Dia tetap mengasihiku dengan caraNya yang terkadang sangat sulit untuk kumengerti. Bagaimana mungkin, Dia yang kukira sudah membuangku, malah sebenarnya masih sangat sangat sangat perhatian dengan apapun tentang ku dari tempatNya yang tersembunyi. Rencananya yang sering sangat sulit untuk kupahami, membuat ku sering mengeluh: kenapa harus aku Tuhan, kenapa dia, kenapa mereka. 

kalo udah gini, aku bisa apa dong ya..
Dia terlalu baik untuk jadi Bapa
sungguh sangat sempurna

mengagumiNya tengah malam,
WindaAsnita :)

Tidak ada komentar: