Jumat, 07 Agustus 2015

Pindahan?

Tadi siang mama saya menelepon, menanyakan kabar seperti biasa. Belakangan hari-hari saya sangat membosankan dan seperti kehilangan gairah. Jadi bisa dibilang telepon dari mama sebenarnya satu-satunya hiburan yang ada. Hiburan yang sangat singkat, karena hanya berkisar 4-5 menit. Beliau bukan tipe mama-mama tukang gosip yang bisa bertahan sejam-dua jam berkomunikasi via telepon.

Hanya sebentar, tapi dampaknya bisa membuat saya menangis satu jam. Menangis sedih, menangis kecewa, menangis bingung, menangis tak rela, kombinasi keempatnya mungkin. Mama menyuruh saya untuk segera pindah dari sini, sebisa mungkin minggu ini. Jakarta, kata mama. Alasannya sederhana: saya ternyata tidak lebih baik berada di kota ini.

Mama menyarankan sebaiknya terapinya dilanjut di Jakarta saja. Tidak baik ketika sakit malah sendirian di Jogja. Makan tidak teratur juga gizinya tidak seimbang. Mental juga sering drop karena setiap kali ke rumah sakit seringnya sendirian. Toh di Jogja juga tidak ada kegiatan lagi. Kuliah sudah selesai, kerja juga engga. Hahaha pengangguran nih yeee.

But, mama, I don't want to move. I'd like to be here. Jogja is my home. :(

Mama ngasih waktu satu minggu untuk pindahan. Tadi di telpon saya bilang 'iya'. Tapi dalam hati beraaaaattttt.

Berat karena agak bingung juga ngilangin barang-barang dalam waktu yang singkat. Baju-baju, buku-buku, tv, lemari, ps, meja, kursi, rak buku, tas, boneka, haduuuuuuhhhhh.

Saya ngga butuh doraemon. Saya cuma butuh kapsul seperti yang ada di dunia Son Goku. Buat menyimpan barang-barang. Huahaha.

Tidak ada komentar: