Selasa, 17 Maret 2015

Roda kehidupan

Hai!

Mungkin kau sudah bosan membacanya -atau mendengarnya. Sejatinya kehidupan adalah sebuah roda. Kau harus tetap berjalan agar roda tersebut seimbang. Tidak terjatuh dan tergeletak. Terkadang kau di atas. Terkadang juga kau di bawah. Ketika kau di atas terkadang rasanya menyenangkan. Tapi terkadang juga tidak mengenakkan rasanya berada di bawah.

Aku tidak tahu posisiku sekarang ini berada di mana. Mungkin saja di atas, dengan segala kebebasan akan hak hidup dan asasi manusia yang kupunya. Mungkin saja di bawah, dengan segala kepenatan dan tekanan hidup yang kupunya. Atau, di tengah? Entah ada apa di sana. Suam-suam kuku.

Aku sedang belajar dan berjuang untuk bangkit dari keterpurukanku. Sebenarnya, hal yang ingin kukatakan adalah aku sangat benci berada di sini. Di tempat aku berada sekarang. Aku benci karena ternyata kehidupanku harus berubah. Yang dulunya hidup mandiri di Jogja, kota paling nyaman se-Indonesia, berstatus sebagai mahasiswa. Sekarang? 

Pengangguran, dengan segala ketidaknyamanan yang melekat di dalamnya :')

Rasanya sungguuuuuh tidak menyenangkan. :') Tapi aku masih bersyukur karena aku masih punya pilihan atas hidupku dan berkuasa penuh atas masa depanku. Aku yang menentukan jadi apa diriku dan bagaimana jalan yang kutempuh. 

Aku hanya perlu melibatkan campur tangan Tuhan agar kiraNya ia yang menuntunku menuju takdirku. Bukan manusia. Bukan keluargaku. Bukan siapapun itu.

Aku adalah perempuan egois yang keras kepala. Tapi semua kulakukan demi sebuah ambisi dan impian, cita-cita dan harapan. Beruntungnya, semua orang yang sungguh-sungguh mengasihiku sangat mendukungku sejauh ini.

Di sini tidak menyenangkan. Tapi aku akan selalu dan selalu berjuang. Suatu saat nanti aku akan mampir ke Jogja menjemput kenangan yang kutinggalkan :')

Regard,

Winda

2 komentar:

Elisabet Hutahaean mengatakan...

Udah dimana sekarang?

windapedia~ mengatakan...

aku di Jekardaaah sekarang huhu maapkeun aku baru bacaah