Jumat, 19 Desember 2014

Where have I been?

Hai!

Ternyata kita sudah menginjak hari ke-sembilanbelas di bulan Desember. Itu artinya tidak lama lagi tahun 2014 akan berakhir. Sudahkah kalian menulis catatan akhir tahun? Atau mungkin memikirkannya? Merefleksikannya? Atau apapun itu?

Bukan, postingan ini bukan bercerita tentang kisah selama tahun 2014. Tapi tentang perjalanan hidupku selama di Jogja. Kurang lebih.

Tadi sore tiba-tiba saja tersadar kalau 'jatah tinggal'-ku di Jogja hanya tinggal beberapa bulan minggu lagi. Hampir saja lupa kalau bulan lalu mami sudah membelikan tiket pulang ke Padangsidimpuan di bulan Februari, dua hari setelah prosesi wisuda. Jadi pulangnya bareng mami. Tidak ada masalah sih, sebenarnya. Justru itu hadiah yang istimewa, bisa pulang lagi ke rumah setelah empat tahun pisah dari keluarga. Tapi, apa aku sudah punya kenangan yang cukup tentang Jogja?

Aku sedikit sulit menjawab pertanyaan itu. Karena, kalau dipikir-pikir, hanya sedikit kenangan yang aku toreh bersama Jogja. Bagaimana nanti bila aku rindu? 

Banyak yang bilang Jogja itu seperti surga. Mungkin KW-version, karena aku juga belum tahu surga itu seperti apa. Apapun ada di Jogja: tempat wisata murah, (yang gratis juga ada). kuliner dari segala macam daerah ada. Terus, di jalan raya, semua plat nomor dari seluruh daerah di nusantara juga ada. Dari A sampai Z. Dari Banten sampai Sumedang. Haha.

Ya, pokoknya Jogja itu kota yang menyenangkan.

Tapi parahnya, empat tahun lebih di Jogja, sekalipun aku belum pernah ke Candi Borobudur, Magelang. Padahal hanya berjarak 20-30km dari Jogja. Mami pernah menertawakan hal itu. "Bapak aja yang di Padangsidimpuan udah pernah ke Borobudur, masa lu belum?" katanya. Iya juga sih. Ke-eksis-an-ku sebagai pendatang dipertanyakan. Memangnya selama ini ke mana saja?

Waktu pertama kali menyentuh kota ini, gairah untuk jalan-jalan dan menelisik setiap sudut Jogja itu ada. Diajakin ke sini ayok. Diajakin ke sana nurut. Eh, episode seperti itu cuma di awal saja. Beberapa bulan di kota ini akhirnya penyakit 'bertelor di kamar' kumat lagi. Kebiasaan di rumah di bawa-bawa ke sini.

Jadi deh, yang kalau di-list, tempat yang sudah kukunjungi hanya segelintir dari keseluruhan yang ada. Sedangkan yang belum, banyak banget. Borobudur belum. Goa pindul cuma numpang lewat. Kids Fun hanya sebatas mimpi. Dulu sih mikirnya masih punya banyak waktu. Kapan-kapan juga bisa. Entar juga ada saatnya. Nanti saja kalau sudah semester akhir. Tunggu ada waktu free. Eh, ternyata, sampai waktu limit pun tetap saja tidak kesampaian. Dan mirisnya, walaupun aku sudah memiliki list tempat yang sudah dikunjungipun, sama saja. Ternyata selama ini kalau pergi ke mana-mana aku agak malas sama yang namanya dokumentasi. Prinsipku, kalo lagi travelling itu usahakan jangan terlalu banci kamera. Takutnya feel dari petualangan itu tidak terasa kalau sedikit-sedikit harus difoto. Sekarang, aku harus berkata apa?

Jatah tinggal di Jogja yang kurang lebih enam puluh hari lagi berarti harus dimaksimalkan sedemikian rupa sehingga nantinya blaaaahh supaya nanti tidak ada penyesalan :') Setidaknya ada kesempatan yang tersisa untuk mengukir cerita lagi tentang kota ini :')

Ke mana saja aku selama ini?

Entahlah :D

Winda

Tidak ada komentar: