Hallo!
Hoe gaat het?
Met mij gaat het goed.
Aku ingin bercerita tentang sesuatu.
Rasanya belakangan aku berubah menjadi pribadi yang tidak mengasyikkan. Yang paling kena dampaknya memang cuma orang-orang yang dekat denganku aja, seperti: Yoga dan Bero.
Gimana ngga asik coba, kalo dikit-dikit ngomongnya nyinggung Belanda. Ketemu hal yang aneh langsung disangkut-pautin sama Belanda. Bahkan lama-lama jadi terkesan men'dewa'kan negara yang udah menjajah Indonesia tercinta selama kurang lebih setengah abad itu. Mungkin menurut mereka awalnya sih keren. Mereka sedikit banyak jadi tau yang namanya negeri kincir angin itu seperti apa. Tapi lama-lama kan eneg juga pasti. Haha mereka ngga bilang seperti ini loh. Aku yang cukup tau diri.
Ja.
Jalan sama Bero. Terus berhenti di perempatan lampu merah, dan nemu dua gelandangan yang seenak jidat tidur di bawah umbul-umbul iklan yang super bersar dan berselimutkan gas buangan karbon monoksida dan kawan-kawannya.
Kasus yang sama juga terjadi sama Yoga kalo kita lagi jalan bareng atau apalah dan ketemu sesuatu yang bisa dijadikan bahan perbandingan.
Tapi emang bener loh, guys, Belanda itu jauh lebih baik lah pokoknya dari Indonesia. Aku ngomong seperti ini bukan karena aku benci Indonesia dan tidak mau mengakuinya sebagai tanah airku. Bukan. Pada dasarnya memang Belanda negera yang tidak mengenakkan. Ketinggiannya yang rata-rata di bawah 1 mdpl membuatnya sering dilanda kebanjiran, dan masalah lainnya. Nah, karena kondisi yang kritis itu, mereka akhirnya mikir dan mutar otak, gimana caranya biar keluar dari masalah.
Bandingkan dengan Indonesia. Ya, kita semua tahu, potensi alam negeri kita ini sangat luar biasa. Dampaknya? Rakyat kita menjadi semakin dimanjakan. Eh, bukan dimanjakan, tapi mereka -mungkin juga aku- memanjakan diri. Mereka tidak pernah peduli bahwa minyak bumi bisa saja habis di waktu yang tidak mereka inginkan. Dan masih saja memakai kendaraan tanpa pernah berusaha melakukan tindakan penghematan atau melakukan penemuan sumber energi terbarukan.
Tau kenapa kereta api di Belanda tidak pernah penuh sesak, bahkan terkadang tergolong sepi? Karena harga tiketnya MAHAL. Itulah yang memotivasi mereka untuk menggunakan sepeda ke manapun mereka pergi. Bahkan, di pusat perbelanjaan atau stasiun parkirannya di dominasi oleh sepeda.
Indonesia, BBM naik harga saja mahasiswanya udah pada demo. Tiket KRL naik, pada protes. Gimana negara mau maju, kalau semuanya pengen serba murah dan bergantung pada subsidi pemerintah?
Haha, Inilah ENDONESA.
Nee, sekali lagi, postingan ini tidak bermaksud menghakimi Indonesia.
Belanda sepertinya negara yang mengasikkan. Sepertinya. Karena memang kenyataannya aku belum pernah ke sana. Tapi membaca dan mendengar sekilas tentang Belanda, langsung membuatku jatuh cinta pada kesan pertama dan sangat ingin segera ke sana. Ja, Ik hou van Holland!
Mungkin bermimpi bisa menaiki pesawat Garuda GA-88 penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta ke Bandara Schipol Amsterdam (yang sebelumnya transit di Abu Dhabi International Airport) merupakan perkara yang mudah. Apa sulitnya untuk bermimpi. Tapi, mewujudkannya itu loh, yang sedikit (sangat) susah. Seperti kata pepatah Belanda: Keulen en Aken zijn niet op één dag. Kota Roma tidak dibangun dalam jangka waktu sehari. Tapi sangat lamaaaa. Dan butuh perjuangan yang besar. Begitu pula dalam mewujudkan mimpi.
Ja.
Jalan sama Bero. Terus berhenti di perempatan lampu merah, dan nemu dua gelandangan yang seenak jidat tidur di bawah umbul-umbul iklan yang super bersar dan berselimutkan gas buangan karbon monoksida dan kawan-kawannya.
"Emang Pemda Jogja ngga punya dinas sosial gitu apa, buat nampung mereka? Ngga enak banget ngeliatnya," tanya Bero.Dan Bero pun terdiam.
"Hmm, entahlah Bey. Kalaupun punya pasti mereka ngga mau lah ditampung di dinas sosial."
"Loh, kenapa?"
"Mungkin mereka jadi ngga bisa bebas nyari duit. Ngamen misalnya. And you know what Bey?"
"What?"
"Di Belanda ngga ada yang namanya anak gelandangan yang begini."
Kasus yang sama juga terjadi sama Yoga kalo kita lagi jalan bareng atau apalah dan ketemu sesuatu yang bisa dijadikan bahan perbandingan.
"Dih, Jogja sekarang sumpek. Jalanan udah dipenuhin sama motor semua." Aku mengeluh sewaktu terjebak macet dan ngerasa sumpek ketika asap-asap kendaraan jahanam itu berusaha merusak penciumanku.Bla-bla-bla.
"Kamu tau In, dulu Jogja ngga gini loh. Pas aku awal kuliah di Jogja ya, itu Jalan Kaliurang yang isi sepeda semua. Motor masih satu dua."
"Yeee, itu taun kapan. Sekarang kan hampir tiap orang, apalagi mahasiswa, megang satu motor. Dan itu liat, satu mobil isinya satu orang coba. Kalo dia, istrinya, anaknya pada make mobil semua, gimana jalanan ngga penuh."
"Entahlah, pada ngga punya otak itu."
"Beda banget lah pokoknya sama Belanda. Di sana itu ya, orang-orang mau ke mana-mana pakenya ya sepeda. Ada pun sepeda motor, disainnya beda. Bukan buatan Jepang. Belanda itu kan sebutannya negeri sejuta sepeda."
Tapi emang bener loh, guys, Belanda itu jauh lebih baik lah pokoknya dari Indonesia. Aku ngomong seperti ini bukan karena aku benci Indonesia dan tidak mau mengakuinya sebagai tanah airku. Bukan. Pada dasarnya memang Belanda negera yang tidak mengenakkan. Ketinggiannya yang rata-rata di bawah 1 mdpl membuatnya sering dilanda kebanjiran, dan masalah lainnya. Nah, karena kondisi yang kritis itu, mereka akhirnya mikir dan mutar otak, gimana caranya biar keluar dari masalah.
Bandingkan dengan Indonesia. Ya, kita semua tahu, potensi alam negeri kita ini sangat luar biasa. Dampaknya? Rakyat kita menjadi semakin dimanjakan. Eh, bukan dimanjakan, tapi mereka -mungkin juga aku- memanjakan diri. Mereka tidak pernah peduli bahwa minyak bumi bisa saja habis di waktu yang tidak mereka inginkan. Dan masih saja memakai kendaraan tanpa pernah berusaha melakukan tindakan penghematan atau melakukan penemuan sumber energi terbarukan.
Tau kenapa kereta api di Belanda tidak pernah penuh sesak, bahkan terkadang tergolong sepi? Karena harga tiketnya MAHAL. Itulah yang memotivasi mereka untuk menggunakan sepeda ke manapun mereka pergi. Bahkan, di pusat perbelanjaan atau stasiun parkirannya di dominasi oleh sepeda.
Indonesia, BBM naik harga saja mahasiswanya udah pada demo. Tiket KRL naik, pada protes. Gimana negara mau maju, kalau semuanya pengen serba murah dan bergantung pada subsidi pemerintah?
Haha, Inilah ENDONESA.
Nee, sekali lagi, postingan ini tidak bermaksud menghakimi Indonesia.
Belanda sepertinya negara yang mengasikkan. Sepertinya. Karena memang kenyataannya aku belum pernah ke sana. Tapi membaca dan mendengar sekilas tentang Belanda, langsung membuatku jatuh cinta pada kesan pertama dan sangat ingin segera ke sana. Ja, Ik hou van Holland!
Mungkin bermimpi bisa menaiki pesawat Garuda GA-88 penerbangan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta ke Bandara Schipol Amsterdam (yang sebelumnya transit di Abu Dhabi International Airport) merupakan perkara yang mudah. Apa sulitnya untuk bermimpi. Tapi, mewujudkannya itu loh, yang sedikit (sangat) susah. Seperti kata pepatah Belanda: Keulen en Aken zijn niet op één dag. Kota Roma tidak dibangun dalam jangka waktu sehari. Tapi sangat lamaaaa. Dan butuh perjuangan yang besar. Begitu pula dalam mewujudkan mimpi.
Dan hidup yang hanya sekali, aku sungguh sangat ingin menghabiskan sisanya dengan hal yang sangat berguna dan menakjubkan. Mungkin bermimpi bisa datang ke Belanda dan menyaksikan indahnya bunga tulip yang mekar di musim semi adalah satunya. Dan tentu saja tujuan utamaku adalah menjajah balik Belanda. Haha.
n.b.
1. Tadi liat berita di tipi, katanya bang Van Persie sangat puas bisa mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0 di friendly match kemaren. Ternyata si Persie itu lebai juga yak. Menang lawan Indonesia aja pake bangga :D
2. Aku dari dulu suka Jerman, dan sekarang masih suka. Hanya saja urutannya bergeser. Nanti kalo kesampean ke Belanda, entar aku sempatin ke Jerman juga. Mereka kan sebelahan, jadi ngga masalah.
Sampai ketemu suatu hari nanti ya di sana,
Winda.
![]() |
| Amsterdam http://wanderlusteurope.tumblr.com/post/45465043614/amsterdam |
1. Tadi liat berita di tipi, katanya bang Van Persie sangat puas bisa mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0 di friendly match kemaren. Ternyata si Persie itu lebai juga yak. Menang lawan Indonesia aja pake bangga :D
2. Aku dari dulu suka Jerman, dan sekarang masih suka. Hanya saja urutannya bergeser. Nanti kalo kesampean ke Belanda, entar aku sempatin ke Jerman juga. Mereka kan sebelahan, jadi ngga masalah.


2 komentar:
Tulisannya bagus Win! :)
Belanda emang keren Win, aku juga pengen kesana. Suatu saat nanti kali ya. Salut aku sama negara itu, sepeda yg bertebaran dimana2 bukan motor atau mobil. Oiya, info aja Netherlands itu (kalo ga salah) artinya tanah rendah. Bener 1 mdpl tinggi negara Belanda, maka dr itu mereka putar otak bikin teknologi mengatasi air laut biar ga banjir tercanggih di dunia bahkan Jepang dan negara2 lain "meng-kloning" teknologi ini. Dahsyat! Kita yg dijajah semakin jauh tertinggal di belakang.
Bahkan disana dibuat kanal-kanal yg cantik utk dijadikan tempat wisata, AWESOME :D
iya ndah, netherland itu emang artinya tanah rendah. yahaahaa, iya pengen pake banget lah ke Eropa, Belanda sama Jerman khususnya :3
tapi kalo masalah kanal lebih bagus di venesia katanya. karena kanal di belanda itu emang pada dasarnya dibuat untuk mengatasi masalah air tadi..
ah, belanda keren lah pokoknya :D
Posting Komentar