Di ujung kemarau panjang
yang gersang dan menyakitkan
kau datang menghantar kesejukan
Kasih,
Kasih,
kau beri udara untuk nafasku
kau beri warna bagi kelabu jiwaku
Tatkala butiran hujan mengusik impian semu
kau hadir di sini di batas kerinduanku
Kasih,
kau singkap tirai kabut di hatiku
kau isi harapan baru untuk menyongsong
masa depan bersama
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria milik kita bersama
Ketika rembulan
tersenyum di antara mega biru
kutangkap sebersit isyarat di matamu
Kasih,
kau sibak sepi di sanubariku
kau bawa daku berlari di dalam asmara
yang mendamba bahagia
kau beri warna bagi kelabu jiwaku
Tatkala butiran hujan mengusik impian semu
kau hadir di sini di batas kerinduanku
Kasih,
kau singkap tirai kabut di hatiku
kau isi harapan baru untuk menyongsong
masa depan bersama
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria milik kita bersama
Ketika rembulan
tersenyum di antara mega biru
kutangkap sebersit isyarat di matamu
Kasih,
kau sibak sepi di sanubariku
kau bawa daku berlari di dalam asmara
yang mendamba bahagia
(Vina Panduwinata)
Tidak.
Ini bukan cerita cinta.
Ini bukan cerita tentang seorang wanita yang menemukan oase di tengah kegersangan perjalanan romantika cintanya.
Ini hanya sekedar harapan akan datangnya bulan baru.
Hello September, bulan pertama yang berakhiran -ber,
kumohon beri yang terbaik di bulan ini
cinta dan keceriaan yang tiada habis-habisnya
ya ya ya
Hmm,
ada beberapa harapan sih di bulan ini,
tapi karena alasan privasi, jadi tidak di-publish. :)
Yey,
be sweet September
Keep smiling,
Winda Asnita :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar