Senin, 16 Juli 2012

Young Peacemaker Training 2012 :)

"An eye for an eye makes the whole world blind." (Mahatma Gandhi)
"Peace cannot be kept by force. It can only be achieved by understanding." (Albert Einstein)

Ekspektasi saya ternyata jauh melenceng dari realita yang ada mengenai acara ini, Young Peacemaker Training (YPT) 2012. Awalnya saya pikir acara ini bertujuan untuk mencari semacam nilai kebenaran yang paling benar mengenai agama, khususnya muslim dan nasrani. Tentu saja kalau dipikir-pikir lagi hal itu akan terasa sangat konyol. Bagaimana mungkin seorang peacemaker yang seharusnya menjadi pembawa damai justru beradu mulut dan gontok-gontokan menyerukan agama mereka yang paling benar?

Ya, untungnya tidak seperti itu.



YPT yang berlangsung selama 4 hari di Gedung Pascasarjana UGM ini pada dasarnya mengajarkan 12 nilai dasar perdamaian yang masing-masing dirangkum dalam 12 modul yang intinya: berdamai dengan diri sendiri; tantangan menuju perdamaian; dan jalan menuju perdamaian.

Sebelum masuk ke pembelajaran, awalnya kita perkenalan dengan seluruh peserta terlebih dahulu. Ada semacam game berdurasi tujuh menit yang disediakan fasilitator untuk membuat kita lebih mengenal teman kita dan masing-masing karakter mereka dengan cara yang unik. Mungkin sudah tidak cukup asing dengan game kenalan versi bagi-bagi tanda tangan kan? Nah, pada sesi tersebut saya hanya berhasil mengumpulkan 11 tandatangan dari total 22 kolom yang disediakan. Berikut adalah nama-nama mereka serta masing-masing pengalamannya yang saya dapatkan:
Pernah melihat korban kekerasan: -Ema
Tidak merokok: -Siska
Tidak mudah melupakan kesalahan orang lain: -Yunus
Berminat menjadi aktivis perdamaian: -Rukhi
Lahir di bulan Juli: Hendri
Pernah masuk tempat ibadah agama lain: -Rizky
Pacaran dengan beda suku: -Lutfi
Pernah pacaran lebih dari satu kali: -Barni
Sering keras kepala dan mau menang: -Azmi
Suka merenung: -Yoyo
Suka menolong orang miskin: -Yustinus

"Kamu mau nandatangan di bagian mana?" tawar ka Ema.
Nah, setelah sesi perkenalan dan orientasi training, kita langsung masuk ke bagian pembelajaran modul.

#1. tentang menerima diri - AKU BANGGA JADI DIRI SENDIRI
Modul ini mengajarkan tentang bagaimana setiap orang orang adalah ciptaan Tuhan yang sangat bernilai, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pernyataan tersebut cukup sederhana memang, namun tidak sedikit orang mampu menerima kondisi teman-teman mereka yang sebenarnya, apalagi diri mereka sendiri.
Pada awal modul ini fasilitator memberikan tugas untuk menggambarkan diri kita sendiri sesuai dengan karakter kita. Kalau suka main gitar, ya digambarkan juga gitarnya. Atau suka bola, cukup digambarkan bola disebelahnya. Tugas ini sebenarnya cukup absurd bagi saya mengingat saya tidak memiliki talenta kemampuan menggambar sama sekali :( but it's okay. Mungkin Tuhan memberi talenta saya di bidang yang lain :)
mas Lutfi sedang mempresentasikan gambarnya

#2. tentang prasangka - NO CURIGA NO PRASANGKA
Modul ini mengajarkan supaya kita melihat dan menilai setiap orang sebagai individu. Bukan dari identitas kelompoknya, status sosialnya, atau identitas lainnya. Lihatlah orang sebagai pribadi yang punya hak untuk memiliki identitasnya sendiri, bukan golongannya. Maksudnya, jangan menilai seseorang berdasarkan anggapan umum terhadap kelompoknya. Harusnya menilai sesuai dengan kepribadian orang tersebut. Misalnya, kamu mendengar anggapan orang lain bahwa suku Makassar itu kasar. Jadi ketika kamu punya teman baru yang bersuku Makassar, kamu tidak ingin berteman dengannya karena kamu pikir dia akan sama saja. Padahal belum tentu. Nah, hal itulah yang dinamakan prasangka atau prejudice. Yang namanya prasangka ini sangat berbahaya karena bisa mempersempit ruang lingkup pergaulan. Dan prasangka adalah ciri kesempitan berpikir.
"Ayo, Siska, pecahkan balon prasangka!"

#3. tentang perbedaan etnis - BEDA KEBUDAYAAN TETAP BERTEMAN
Ada lima hal yang dapat dipelajari dari bagian ini:
Yang pertama, perbedaan antar-suku bukanlah bahan perselisihan, melainkan untuk belajar dan saling memahami.  
Yang kedua, setiap suku punya keunikan masing-masing. Dalam setiap adat dan kebudayaan, pasti ada yang baik dan ada juga yang kurang baik.
Yang ketiga, semua manusia sama di hadapan Tuhan. Tidak ada manusia ciptaan Tuhan yang paling baik, yang setengah baik, atau kurang baik. Itu berarti tidak ada suku yang paling unggul atau yang kurang unggul.  
Yang keempat, kadang kita punya cap untuk suatu suku. Suku A orangnya malas, atau suku B orangnya pelit. Biasanya, 'cap' yang seperti itu hanya prasangka saja. atau mungkin karena kita tidak mengetahui lebih dalam tentang suku yang kita nilai.
Yang kelima, cobalah untuk berteman dengan orang dari berbagai suku. Dengan begitu, sedikit demi sedikit prasangka kita tentang suku lain akan luntur. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang :)

#4. tentang perbedaan agama - BEDA KEYAKINAN NGGA USAH MUSUHAN
Tidak bisa dipungkiri bahwa ada perbedaan mendasar yang diajarkan agama. Perbedaan cara kita memanggil Sang Pencipta saja sudah menunjukkan bahwa agama itu berbeda. Apalagi cara kita menyembah-Nya. Namun, tentu saja semua itu bukan alasan untuk saling menjelek-jelekkan antar umat beragama. Karena pada prinsipnya, tidak ada agama yang mengajarkan hal yang tidak baik.

#5. tentang perbedaan jenis kelamin - LAKI-LAKI PEREMPUAN SAMA-SAMA MANUSIA
Awalnya saya pikir topik yang sangat krusial untuk dibahas adalah modul tentang perbedaan agama. Ternyata justru modul ini yang topik diskusinya cukup 'ramai', sensitif, dan juga menegangkan. Pembelajaran modul ini dimulai dengan mendiskusikan satu keuntungan dengan menjadi perempuan, dan hal apa saja yang membuat kita merasa direndahkan/dilecehkan atau dibatasi orang lain karena terlahir sebagai perempuan. Demikian juga sebaliknya, mendiskusikan satu keuntungan dengan menjadi laki-laki, dan sikap/perkataan apa saja yang tidak laki-laki harapkan diucapkan/dilakukan oleh kaum perempuan. Yang dibahas dalam diskusi ini adalah pelecehan, diskriminasi. dan intimidasi yang dilakukan laki-laki terhadap perempuan. Dan juga tentang perempuan yang sering mempermainkan (memanipulasi) laki-laki, suka membeda-bedakan teman, dan juga menyakiti dengan kata-kata.
Memang ditinjau dari sudut pandang manapun, laki-laki sangat berbeda dengan perempuan. Seperti istilah: laki-laki bagaikan wafer dan perempuan bagaikan bakmi memang ada benarnya juga. Tapi tetap, laki-laki dan perempuan adalah sama-sama manusia. Jadi, di sinilah kita belajar lebih menghargai orang yang berbeda jenis kelamin serta membangun hubungan pertemanan yang pantas.

#6. tentang perbedaan status ekonomi - KAYA NGGA SOMBONG MISKIN NGGA MINDER
Modul ini mengajarkan bahwa pada dasarnya kekayaan maupun kemiskinan tidak menentukan nilai diri seseorang. Kita harus memperlakukan setiap orang dengan rasa hormat yang sama dan berhati-hati pada godaan-godaan yang semua kita hadapi.
Mas Hendri menggunakan kekayaaannya untuk naik haji
#7. tentang perbedaan kelompok/geng - KALAU GENTLEMAN, NGGA USAH NGE-GANK
Istilah 'geng' yang digunakan di sini tentu saja istilah 'kelompok' yang bermakna negatif. Bahkan, 'geng' tersebut cenderung ke arah pergaulan yang tidak baik. Terkadang orang yang memiliki geng menghabiskan terlalu banyak waktunya bersama gengnya, menyisihkan orang lain, sehingga terkadang memiliki sikap solidaritas yang rendah terhadap orang yang tidak se-geng dengannya.
Selain istilah geng, ada juga yang kelompok yang dikenal dengan sebutan 'kelompok kecil ekslusif. Meskipun tidak terlalu berbahaya seperti geng-geng, kelompok kecil ekslusif di antara remaja dapat membuat banyak orang terluka perasaannya, bahkan terkadang menimbulkan kemarahan.
Pepatah Inggris berkata, "Jika bergaul dengan aktor-aktor yang buruk, kamu akan mendapat peran dalam film-film yang buruk."

#8. tentang keaneka-ragaman - INDAHNYA PERBEDAAN
Sebagaimana kita menggambar dengan menggunakan banyak pilihan warna, seindah itulah perbedaan itu. Perbedaan membuat kita menjadi unik dan saling melengkapi. Jika semua sama, pasti sangat membosankan. Namun terkadang kita salah menyikapi perbedaan tersebut. Terkadang kita sulit menerima sesuatu atau beberapa hal yang berbeda dengan kita.
Ya, harusnya sama seperti konsep mozaik. Mozaik itu beda-beda bentuk, tekstur, warna. Tapi jika dilihat dari sudut dan jarak yang tepat, akan menghasilkan suatu kesatuan yang indah. Beda-beda suku, budaya, agama, status sosial,, tapi jika dilihat jarak yang tepat akan menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. :)

#9. tentang konflik - KONFLIK BIKIN KAMU MAKIN DEWASA
Yang namanya hidup di dunia, tidak bisa dipungkiri bahwa akan ada beberapa konflik yang akan mewarnai hari-hari kita. Konflik pasti akan muncul. Respon kita terhadap konflik itu yang akan menentukan akibatnya. Apakah konflik itu berhasil membuat hubungan kita jadi rusak, atau justru membuat kita semakin dewasa. Kita bisa memilih untuk menghindar, berdamai, atau balik menyerang.

#10. tentang menolak kekerasan - PAKE OTAK! JANGAN MAEN OTOT!
"Kamu telah mendengarkan firman: mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu." (Matius 5:38-39)
"Menyelesaikan sebuah masalah dengan kekerasan adalah seperti mencoba memadamkan api dengan minyak tanah." (Erik Lincoln)
kekerasan yang saling menjatuhkan
#11. tentang mengakui kesalahan - NGGA GENGSI NGAKU SALAH
Suatu konflik tidak akan pernah selesai kalau tidak ada satu pihak yang mengakui kesalahan dan minta maaf. Ada dua rahasia berdamai yang ditawarkan di modul ini:
  1. Mula-mula, lihat dulu kesalahan sendiri. Setelah itu baru melihat kesalahan orang lain. Gunakan kaca pembesar untuk melihat kesalahan diri sendiri, kemudian gunakan teleskop untuk melihat kesalahan orang lain.
  2. Dengan menggunakan rumus Selamaat: Selalu berdoa dulu, Akui kesalahan, Minta maaf, Akibatnya diterima, Ampunan dimohonkan, Tindakan diubah.
#12. tentang memberi maaf - NGGA PELIT MEMBERI MAAF
Ini adalah bagian modul yang terakhir. Pada sesi ini kita diajarkan mengenai 4 janji untuk memaafkan:
  1. Pikirkan yang baik dan positif tentang teman yang pernah berselisih denganmu daripada terus-menerus mengingat kejadian buruk yang pernah terjadi di antara kalian
  2. Jangan diungkit untuk menyakiti, menyindir, atau melukai hati teman
  3. Jangan pernah menceritakan perbuatan buruk temanmu kepada orang lain dengan bermaksud yang tidak baik
  4. Jangan sampai membiarkan perbuatan salahnya menjadi alasan untuk menolak berteman dengannya.

Nah, sesi terakhir yang dilakukan dalam kegiatan YPT tersebut adalah melakukan Peace Promise dan menyanyikan Lagu Himne Salam.

Damai di dunia mulai dari diri kita semua yang kita miliki kita syukuri
Itulah kunci berdamai dengan diri
Lihatlah sahabat secara lebih dekat hingga tak ada prasangka atau curiga
Itulah kunci kedamaian abadi, itulah kunci kedamaian abadi
Salam, damai di dunia mulai dari diri kita
Salam, jadilah penyebar damai bagi dunia
sambutlah damai yang abadi 
Dunia indah karena warna-warni perbedaan ada untuk dihormati
bukan alasan untuk saling benci sambutlah damai yang abadi
Salam, damai di dunia mulai dari diri kita
 Salam, jadilah penyebar damai bagi dunia
 sambutlah damai yang abadi

We Are Peace Generation :)



a big thanks for:
Kang Ayi (dosen UIN SGD Bandung)
Mas Andreas (dosen STT Getsemani Jogja)
Mba Ima (American Study UGM)
Bang Riston (calon maba S2 UIN SuKa Jogja)

terimakasih banyak sudah membimbing kami selama empat hari ini :)

Salam damai,
@windaasnitaa :)

Tidak ada komentar: