Kau harusnya tau gimana rasanya ketika kau sibuk bergumul dengan pikiranmu sendiri tentang kenyataan yang baru saja diketahui oleh matamu.
Melelahkan. Itu rasanya.
Dan lebih sulitnya lagi, kau harus bisa berusaha mati-matian untuk menyembunyikan rasa penasaran dan rasa ingin tahumu tentang bagaimana yang sebenarnya. Terlalu gengsi untuk bertingkah dengan suasana hati yang sesungguhnya.
Menurutmu, apa aku tega membuatmu berbohong hanya untuk mengarang alasan yang pastinya menurutmu adalah jawaban terbaik buatku?
Dan kalau kau berusaha jujur, menurutmu apa aku sudah cukup kuat untuk mendengar semua itu?
Pintaku, cukup butakan mataku.
Yogyakarta, 06 Juni 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar