Well, this is not easy.
So far yang yang gue lakuin tiap hari adalah menangisi keadaan. Menangisi betapa teganya takdir menempatkan gue ada di titik ini. Menangisi mental yang ga pernah kuat padahal sebelumnya udah pernah menghadapi situasi sulit yang sama. Dan tentunya menangisi hal-hal baik yang gue tau itu ga akan pernah terjadi lagi.
Atau memang pada dasarnya gue yang bodoh. Jelas-jelas sudah tau di awal kalau akhirnya akan berujung menyakitkan seperti ini. Karena hal-hal baik dan masa-masa indah yang gue rasain di awal terlalu berlebihan rasanya. Gue bahagia overload. Jatuh sejatuh-jatuhnya, sampe lupa kalo sayap gue ngga terlalu kuat untuk bisa balik ke posisi semula. Harusnya secukupnya aja, bukan?
Winda, si bocah yang ga pernah belajar dari kesalahan. Selamat menikmati hari-hari berat ini yaa. Ini ngga akan pernah mudah. Tapi seperti yang sudah-sudah, semua hal sulit juga pasti akan ada ujungnya. It takes time, maybe a long long time. Tapi gpp, setidaknya itu lebih baik daripada menyerah dan berhenti di tengah jalan.
Nulis beginian asli bikin idung bengep dan mata netesin air terus-menerus. Karena ketika jari jemari mengetik merangkai kata di keyboard laptop, otak gue sok sibuk memutar kembali memori yang sebenarnya indah pada masanya tapi di saat ini malah berbalik nyakitin perasaan. Semoga secepatnya gue bisa berdamai dengan kenyataan.
Baiklah, ini hari pertama menulis kembali setelah sekian lama. Balik lagi ke blog yang terbengkalai ini karena gue ngga ngerti lagi caranya gimana numpahin keluh kesah, sesimpel gua lagi ga pengen ngerepotin orang-orang terdekat dengan cerita yang sama. Sesimpel males dengerin komentar: tuh kan dibillangin juga apa. Haha bandel banget emang ya.
Tetap kuat ya Winda. Apapun yang terjadi, tetap kuat. Ngga peduli ke depannya akan seperti apa, sekelam apa, sesulit apa, semenyakitkan apa. Please, tetap bertahan, tetap bernafas. Ngga perlu diiming-iming dengan hadiah ke depannya akan ada hal yang jauh lebih baik dari ini. Ngga perlu. Sekalipun tidak akan ada hal yang jauh lebih baik dari ini, sekalipun ini adalah kesempatan terakhir untuk ngerasain bahagia, sekalipun ke depannya ngga bakalan ada lagi orang yang mau berbagi cerita hidupnya seseru apa yang didapet sebelum ini, pleaseeeee tetap kuat. Kuat untuk melewati ini.
Nangis gapapa. Marah gapapa. Teriak gapapa. Tapi mohon tetap kuat dan bertahan, dan tetap bernafas ya.
Terima kasih untuk langkah yang sudah sejauh ini. Pelan-pelan kita akan kembali ke posisi semula. Sampai ketemu di cerita selanjutnya.
with Love,
Winda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar